Ibu di Serpong Lagoon Kaget Air Rumah Ada E. coli 660, Anak Sempat Rawat Inap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angie, warga komplek Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Angie, warga komplek Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Angie, warga Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, mengaku terkejut setelah mengetahui sampel air dari rumahnya positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dengan angka 660. Temuan tersebut diketahui ketika anaknya sempat menjalani rawat inap akibat demam tinggi dan diare.

Angie mengatakan, anaknya mulai sakit pada Senin. Awalnya, sempat mengalami demam tinggi dan lemas. Meski sempat diberikan obat, demamnya kembali muncul pada hari berikutnya.

“Panas tinggi, lemas. Kita kasih obat pun turun, tapi ternyata besoknya itu kembali lagi,” kata Angie saat diwawancarai, Kamis (15/10).

Di hari Rabu, kondisi anaknya mengalami diare dengan feses yang hampir seluruhnya berupa cairan. Angie kemudian memberikan oralit, tetapi anaknya justru muntah. Ia pun membawa anaknya ke rumah sakit pada Kamis pagi.

"Full air, tidak ada ampas sedikit pun di badan dia. Tiga kali itu kejadian, saya pesan oralit sebagai ini ya P3K ya, langsung diminumin, muntah anak saya,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan anak Angie dirawat inap selama tiga hari. Selama perawatan, Angie juga menunggu sampel feses anaknya untuk diperiksa di laboratorium.

“Tiga hari dirawat itu kita menunggu feses dari anak saya,” kata Angie.

Karena itu, Angie memutuskan membawa sampel feses anaknya ke laboratorium secara mandiri dengan menggunakan tes GI panel lengkap.

“Saya masukin langsung ke lab secara saya pribadi, saya bayar pribadi dengan GI panel lengkap saya order-nya. Hasilnya keluar di Minggu malam. Positif Rotavirus juga E. coli,” ujarnya.

Saat anaknya dirawat, Angie mendapat informasi dari kader setempat mengenai pendataan warga yang bersedia rumahnya diperiksa sampel airnya. Ia kemudian meminta agar rumahnya turut diperiksa karena anaknya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Ilustrasi Escherichia coli atau E. Coli. Foto: Saiful52/Shutterstock

Hasilnya menunjukkan sampel air rumah tersebut positif E. coli dengan angka 660.

“Ditemukan kecocokan bahwa di dalam tubuh anak saya ada E. coli dan di rumah saya airnya itu ada E. coli-nya dengan tingkat 660. Jadi cocok, ya,” kata Angie.

Angie mengatakan, setelah keluar dari rumah sakit pada Minggu, ia langsung mengumpulkan laporan bersama warga lain. Ia juga mengantarkan sendiri laporan tersebut ke DPRD agar persoalan itu mendapat tindak lanjut.

“Saya pribadi sendiri yang langsung antar suratnya, laporan ke DPRD, sehingga akhirnya sekarang bisa diproses, alhamdulillah, secara cepat,” tutupnya.

Beli 10 Galon Air Mineral untuk MCK

Selain itu, Angie bahkan sampai membeli 10 galon air yang digunakan untuk kebutuhan Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

“Saya udah beli galon sendiri 10 langsung, itu saat saya dengar hasilnya di rumah saya itu 660 itu, langsung saya beli galon untuk saya anak saya mandi,” kata Angie.

Selain kebutuhan MCK, Angie juga menggunakan air galon tersebut untuk keperluan memasak dan tidak menggunakan air keran.

“Saya masak enggak pernah pakai air keran, selalu air galon,” kata Angie.

Ia pun memilih memprioritaskan penggunaan air galon untuk anaknya, sementara dirinya masih menggunakan air dari WTP untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau saya pribadi, saya masih pakai air WTP, mau enggak mau. Tapi kalau anak saya full, sudah lengkap," tutup Angie.