Jumlah Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Bertambah Jadi 730 Siswa-Santri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwanita di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwanita di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Rabu (2/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa dan santri Manbaul Hikam Sidoarjo bertambah. Sebelumnya berjumlah 664, kini menjadi 730 orang per hari ini, Kamis (3/9).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmita Herawati, mengatakan jumlah itu dihimpun dari korban yang masuk rumah sakit maupun yang melaporkan diri berobat ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

"Jadi gini untuk total pasien yang kami himpun saat ini, artinya yang kami data ini yang sudah kami bisa peroleh ketika mereka masuk ke rumah sakit atau mereka melaporkan ketika berobat ke beberapa fasyankes. Artinya bisa dokter praktik swasta, bidan, maupun Puskesmas. Ini totalnya 730 pasien," kata Lakhsmita saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).

Dari total itu, kata Lakhsmita, sebanyak 23 pasien masih menjalani rawat inap hingga pukul 15.10 WIB. Lalu, 706 korban lainnya rawat jalan dan satu pasien masih dalam tahap observasi.

"Saat ini, sampai jam 15.10 data terakhir adalah masih rawat opname itu 23 orang. Kemudian yang sudah kita rawat jalankan ya, artinya sudah berobat jalan itu 706. Dan saat ini masih ada observasi pasien 1 orang," ucapnya.

Ia menyampaikan, satu pasien yang masih diobservasi itu kini berada di RSUD Notopuro Sidoarjo.

"Untuk observasi sebentar di RSUD Notopuro," katanya.

Sebelumnya, dugaan keracunan itu setelah para siswa dan santri mengonsumsi MBG pada Selasa (1/9). Mereka mengalami gejala, mulai dari mual, muntah, pusing hingga diare.

SPPG Kalitengah di-Suspend

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayi Wibowo, mengatakan pihaknya, langsung mendatangi SPPG Kalitengah, Tanggulangin, yang menyuplai MBG tersebut.

BGN kemudian menerbitkan surat suspend terhadap SPPG tersebut. Penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

"Ya, per kemarin tadi malam kami mendapatkan informasi, kami dari BGN Provinsi serta Korwil Sidoarjo langsung turun ke lapangan. Kami investigasi dan melaporkan ke pimpinan pusat, Bapak Kepala Badan langsung, Pak Sudaryono," kata Teguh.

"Sementara, awalnya di malam hari itu sudah kita hentikan. Tapi per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Sambil di awal, jadi untuk tim pusat pun akan datang di hari ini juga untuk investigasi lebih lanjut apakah suspend ini ringan atau berat. Ya, sudah tidak beroperasi untuk saat ini," tambah dia.

SPPG Kalitengah diketahui menjadi dapur yang memasok MBG kepada 19 lembaga pendidikan yang kemudian melaporkan adanya siswa dan santri dengan keluhan kesehatan.

Sejumlah siswa di Kabupaten Nganjuk dilarikan ke RSUD Nganjuk diduga mengalami keracunan MBG, Rabu (3/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Tak ada korban meninggal dunia

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, membantah adanya informasi korban meninggal dunia.

"Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Kita doakan semua bisa bukan hanya doakan, tapi diikhtiarkan oleh tenaga medis. InsyaAllah sudah ada yang bisa dipulangkan. Banyak yang bisa dipulangkan," ucap Emil.

Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf

Di sisi lain, Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf setelah ratusan siswa dan santri diduga mengalami keracunan.

"Mohon maaf ya, saya menyesal," ujar Rafli di SPPG Kalitengah, Sidoarjo, Rabu (2/9).