Kemlu Soal Passex KRI I Gusti Ngurah Rai dengan China: Diplomasi Maritim

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, pada Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, pada Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Kementerian Luar Negeri menegaskan kegiatan Passing Exercise (Passex) yang dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama angkatan laut sejumlah negara, termasuk China, bukan merupakan latihan tempur.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan Passex merupakan kegiatan yang lazim dilakukan antarangkatan laut ketika sebuah kapal melintasi suatu kawasan.

"Passing Exercise bukanlah latihan tempur. Bagi Indonesia, interaksi semacam ini adalah bagian dari diplomasi maritim," kata Ynonne dalam Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/8).

Menurut Yvonne, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menjaga komunikasi dan membangun kepercayaan antarangkatan laut. Interaksi semacam itu juga dipandang sebagai bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara-negara mitra.

"Laut itu bukan hanya ruang yang menghubungkan negara-negara tapi juga adalah ruang untuk membangun kerja sama dan rasa saling percaya," ujar Yvonne.

"Dan Passing Exercise ini sejalan dengan polugri bebas aktif Indonesia dan kita tentunya selalu terbuka untuk bekerja sama dan membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai negara mitra," lanjutnya.

KRI I Gusti Ngurah Rai tengah dalam perjalanan pulang ke Indonesia, setelaj melakukan latihan Exercise Orruda bersama dengan Rusia. Pada Agustus ini, Indonesia juga melakukan Passex dengan China.

Menurut Kemlu, rangkaian kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia membuka komunikasi dengan berbagai negara.

"Ini adalah bentuk interaksi antarangkatan laut berbagai negara. Jadi kita tidak melihat ini balancing siapa dan dengan siapa, tapi lebih melihat bagaimana kita saling membuka komunikasi kita dan membangun kepercayaan dan kerja sama lebih ditingkatkan lagi," jelas Yvonne.

Kegiatan Passex KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama angkatan laut negara-negara yang dilewati dilakukan dalam konteks pelayaran kapal tersebut kembali ke Indonesia.

Ia juga menanggapi adanya perbedaan penyebutan kegiatan antara Indonesia dan China. Menurutnya, Indonesia tetap berpegang pada posisi bahwa kegiatan yang dilakukan KRI I Gusti Ngurah Rai merupakan Passex dan bukan bagian dari operasi atau latihan tempur.

"Yang penting saat ini kita lihat bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk interaksi profesional antarangkatan laut kita dengan angkatan laut negara lain dalam konteks pelayaran KRI I Gusti Ngurah Rai itu kembali ke Indonesia dan bukan merupakan bagian dari operasi atau latihan tempur," tutupnya.