Kesaksian Tetangga Kos Tempat Mozza Dihabisi Very

Mozza Axillia Gunarsa (18) gadis yang dilaporkan hilang selama satu tahun ternyata dibunuh di sebuah kamar kos di Tegalsari, Candisari, Kota Semarang.
Tetangga sebelah kamar tersangka Mahendra Very Dwi Anggara (22) mengaku sempat mendengar keributan.
Kos yang dihuni Very berada di sebuah perkampungan padat penduduk. Very tinggal di kamar kos nomor delapan yang berada di lantai dua.
Tetangga kos berinisial S mengaku sempat mendengar suara keributan pada tanggal 25 Juni 2025 atau hari saat Mozza dibunuh dari kamar milik Very.
"Saya habis dari kamar mandi, lewat di depan kamar dengar ada suara keributan," ujar S kepada para wartawan di lokasi, Sabtu (5/9).
S menyebut, suara keributan itu terdengar seperti seperti orang yang sedang berantem.
"Hanya suara kayak berantem aja," ujar S.
Kemudian setelah peristiwa tersebut, S mengaku melihat Very terakhir kali pada tanggal 26 Juni 2025 di kos.
"Terakhir melihat tetangga kos saya pada 26 Juni 2025 itu," kata S.
Kasat PPA-PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti menyebut, tersangka membunuh Mozza lantaran cemburu korban bertukar pesan dengan pria lain.
"Tersangka cemburu karena melihat ada chat korban dengan pria lain. Padahal mereka sudah berpacaran," imbuh Sriniti.
Tersangka yang gelap mata kemudian membekap Mozza dengan tangan kosong hingga lemas selama 7 menit.
"Pelaku membekap korban selama 7 menit hingga korban lemas," jelas dia.
Melihat Mozza yang lemas, pelaku kemudian keluar kamar kos untuk membeli makan dan rafia. Ia juga sempat melakukan survei untuk mencari tempat yang dianggap tepat untuk membuang jasad Mozza.
"Di kos itu tersangka mengikat korban dan dibungkus dengan kain, kemudian di kardus dan masukan karung. Tersangka membopong korban naik motor korban ke daerah Jangli dan dibuang," jelas dia.
Tersangka kemudian menjual motor milik korban ke seorang kenalannya. Membuang ponsel dan kartu identitas korban di sejumlah titik di Kota Semarang.
"Tersangka kemudian berpindah kos dan pulang ke kampung halamannya di Blora sebelum akhirnya tertangkap," kata Sriniti.
