Kirab Malam 1 Suro, Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan 3 Kebo Bule
·waktu baca 3 menit

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengeluarkan 14 pusaka dan tiga ekor Kebo Bule (kerbau) Kyai Slamet dalam Kirab Malam 1 Suro yang digelar Rabu (17/6) pukul 00.00 WIB.
Pantauan kumparan peserta kirab mulai berdatangan sejak pukul 21.00 WIB. Tepat pukul 00.00 WIB lonceng dibunyikan dan kirab diawali dengan barisan depan tiga ekor Kebo Bule.
PB XIV Hangabehi atau Mangkubumi melepas rombongan kirab di Sasono Sewaka bagian pendopo Keraton Solo menuju keluar pintu Kori Kamandungan.
Kebo Bule berada di arak-arakan paling depan sebagai penunjuk jalan. Lalu diikuti abdi dalem, dan peserta kirab, serta pusaka. Masyarakat antusias menyaksikan jalannya kirab dari Kamandungan Keraton Solo, hingga sepanjang rute kirab.
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menjelaskan prosesi Kirab 1 Suro ini sudah setiap tahun diadakan oleh Keraton Solo. Rutenya, kirab keluar dari Kori Kamandungan melalui Jalan Supit Urang menuju Gladag dan Jalan Jenderal Sudirman.
Dari sisi timur melewati Jalan Mayor Kusmanto sampai dengan Telkom belok ke timur menuju Jalan Kapten Mulyadi, lalu ke selatan lurus hingga simpang Baturono belok ke barat ke Jalan Veteran dilanjutkan ke Yos Sudarso lalu Jalan Slamet Riyadi dan kembali ke Keraton Solo
“Secara keseluruhan kirab berjalan lancar. Kita doakan semua sesuai dengan rencana. Total ada 14 pusaka dikeluarkan,” kata Tedjowulan, Rabu (17/6).
Ketua Eksekutif LDA, KPH Eddy Wirabhumi, menyebut pusaka yang dikeluarkan sepenuhnya atas dawuh PB XIV Mangkubumi.
“Kami mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa yang baik untuk orang yang dicinta, dan tanah air. Mudah-mudahan kebaikan itu memantul ke Keraton juga,” katanya.
PB XIV Purbaya Tak Gelar Kirab
Sementara itu, PB XIV Purbaya di lokasi sama Sasono Sewaka tidak menggelar kirab malam 1 Suro dan hanya menggelar doa bersama serta tahlil.
Pengageng Paran Parakarsa PB XIV Purbaya, KPAAd Nur Wijaya Adiningrat menegaskan keputusan tidak ada kirab sesuai dawuh PB XIV Purbaya pada menit-menit akhir menjelang acara atau last minute.
“Ya kita dapat dawuh PB XIV. Pertimbangan berbagai macam hal, termasuk prioritas keselamatan pusaka dan lain hal, maka Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Pakubuwono XIV (Purbaya) memutuskan untuk tidak miyoskan (mengeluarkan) pusaka (dari PB XIV) malam hari ini," kata Kanjeng Dany sapaan akrabnya.
Ia menyebut peringatan Malam 1 Suro tidak hanya kirab saja. Melainkan banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya haul dalem Paku Buwono X.
"Upacara peringatan Malam 1 Suro itu bukan cuma kirab saja. Akan tetapi, ada khaul dalem Pakubuwono X, terus ada wilujengan, ada doa bersama, ada iktikaf dan salat hajat di Masjid Pujosono, terus ada juga doa di Bandengan, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
