Komunikasi Terakhir Owner Darmawangsa WO dengan Kru: Berangkat ke Majalengka
ยทwaktu baca 3 menit

Kru Darmawangsa Wedding Organizer (WO) mengungkap komunikasi terakhir mereka dengan pemilik WO, Suci, sebelum yang bersangkutan dilaporkan hilang kontak dan diduga meninggalkan berbagai persoalan dengan klien maupun vendor.
Salah seorang kru, Tita, mengatakan hingga Rabu malam komunikasi dengan Suci masih berlangsung seperti biasa. Saat itu mereka masih membahas sejumlah pekerjaan dan persiapan acara yang sedang berjalan.
Menurut Tita, pada malam hari sebelum menghilang, Suci sempat memberi kabar bahwa dirinya akan bepergian ke Majalengka bersama seorang kerabat.
"Dia bilang bahwa dia mau berangkat ke Majalengka bersama saudaranya," ujar Tita saat ditemui bersama sejumlah korban dan kru Darmawangsa WO di Polda Jabar, Senin (8/6).
Karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, Tita mengaku sempat melakukan tindak lanjut komunikasi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari untuk memastikan kondisi dan keberadaan owner WO tersebut.
"Nah di jam 2 subuh saya follow up, dia sudah sampai mana. Ternyata dia sudah di Majalengka," katanya.
Keesokan paginya, komunikasi masih berlanjut. Menurut Tita, pembahasan saat itu masih berkaitan dengan kebutuhan acara yang akan digelar dalam waktu dekat.
"Pagi-pagi juga ada komunikasi terkait pembayaran balon, properti dan kebutuhan acara lainnya," ujarnya.
Namun setelah komunikasi tersebut, Suci tidak lagi memberikan respons terhadap pesan maupun panggilan telepon dari para kru.
Tita menyebut komunikasi terakhir yang diterimanya terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu nomor yang biasa digunakan owner WO tersebut tidak lagi aktif.
"Jam terakhir sekitar jam 3 sore. Setelah itu kami hubungi kembali, ternyata WhatsApp-nya sudah ceklis satu," katanya.
Hilangnya komunikasi dengan owner WO semakin menimbulkan kekhawatiran setelah sejumlah vendor dan calon pengantin mulai menghubungi para kru untuk menanyakan kejelasan pembayaran yang belum diterima.
Merasa ada sesuatu yang tidak beres, para kru kemudian mendatangi rumah Suci pada Kamis malam. Mereka berharap keluarga mengetahui keberadaan perempuan tersebut atau setidaknya dapat memberikan informasi mengenai keberangkatannya.
Namun saat tiba di lokasi, para kru tidak mendapatkan jawaban yang mereka harapkan. Keluarga Suci disebut mengaku tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
"Orang tua dan saudaranya juga tidak tahu, malah balik tanya ke kami. Mereka menanyakan apakah kami tahu dia pergi ke mana atau bersama siapa," ujar Tita.
Di saat yang sama, telepon dan pesan dari vendor maupun klien terus berdatangan kepada para kru. Banyak di antara mereka yang mencari keberadaan owner WO karena pembayaran yang dijanjikan belum diterima.
Kru lainnya, Putri, mengatakan para pekerja ikut terdampak akibat hilangnya pemilik WO tersebut. Meski tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan perusahaan, mereka ikut dicari dan dimintai penjelasan oleh para korban.
"Vendor dan klien dari Kamis malam itu sudah mulai menghubungi kami," kata Putri.
Menurutnya, para kru berharap keberadaan Suci segera diketahui agar seluruh persoalan yang kini mencuat dapat memperoleh kejelasan.
