Kru Darmawangsa WO Ngaku Ikut Jadi Korban, Bantah Terlibat Dugaan Penipuan Owner

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perwakilan crew Darmawangsa Wedding Organizer saat ditemui di Mapolda Jabar, Senin (8/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan crew Darmawangsa Wedding Organizer saat ditemui di Mapolda Jabar, Senin (8/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Sejumlah kru Darmawangsa Wedding Organizer (WO) mengaku turut terdampak dalam kasus dugaan penipuan yang kini dilaporkan para korban ke kepolisian. Mereka menegaskan tidak terlibat dalam pengelolaan keuangan maupun transaksi yang dilakukan oleh pemilik WO, Suci.

Salah seorang kru, Putri, mengatakan seluruh keputusan terkait penerimaan pembayaran dari klien hingga pembayaran kepada vendor sepenuhnya dilakukan oleh owner Darmawangsa WO.

"Kami mau mengklarifikasi bahwa kami di sini tidak terlibat di dalam apa yang sekarang diduga dilakukan oleh owner Dharma Wangsa WO ini. Karena semua uang masuk itu pada dia sendiri, lalu hubungan dengan vendor, pembayaran dan lain sebagainya juga oleh beliau sendiri," kata Putri saat ditemui di Polda Jabar, Senin (8/7).

Menurutnya, para kru hanya menjalankan tugas operasional sesuai instruksi yang diberikan, seperti mengatur pertemuan dengan klien, mempersiapkan kebutuhan pra-pernikahan hingga mendampingi acara pada hari pelaksanaan.

"Kami hanya melakukan apa yang beliau instruksikan di dalam pekerjaan, seperti mengundang meeting, lalu juga mempersiapkan pre-wedding dan hari H," ujarnya.

Putri juga membantah adanya dugaan aliran dana dari klien kepada kru. Ia menegaskan uang yang diterima kru hanya berupa honor pekerjaan sebagai tenaga freelance.

"Adapun kalau ditemukan aliran dana ke kami, itu hanya berupa upah kami di hari H yang sering kali juga terlambat dilakukan," katanya.

Meski tidak mengalami kerugian sebesar para calon pengantin dan vendor, para kru mengaku ikut menjadi korban karena masih memiliki tunggakan pembayaran dari pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Karena itu, para kru memilih membantu proses pengungkapan kasus dengan memberikan keterangan kepada kepolisian dan mendampingi para korban yang tengah mengumpulkan bukti-bukti.

"Kami terus datang ke sini bantu mengawal kasus ini, kami memberikan keterangan juga ke kepolisian agar kasus ini bisa cepat ditangani," katanya.

Putri mengungkapkan, sebelum pemilik WO menghilang, sebenarnya sudah ada tanda-tanda masalah yang dirasakan para kru. Salah satunya adalah keterlambatan pembayaran honor yang terjadi berulang kali.

Menurut dia, honor yang seharusnya dibayarkan pada hari pelaksanaan acara justru sering diterima beberapa minggu kemudian.

"Ketika kami kerja hari ini, yang dibayar oleh beliau itu pekerjaan kami bulan lalu," ujarnya.

Selain itu, para kru juga mengaku sempat didatangi sejumlah korban yang mencari keberadaan owner Darmawangsa WO. Hal itu terjadi karena pemilik WO disebut pernah menggunakan rumah orang tua salah satu kru sebagai lokasi pertemuan dengan klien.

"Suci ini mengaku rumah orang tua saya yang dia pakai untuk bertemu sebagai rumah dia sendiri. Jadi terjadi banyak sekali kesalahpahaman antara klien dengan kami para kru," kata Putri.

Sementara itu, kru lainnya, Tita, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan pemilik WO terjadi pada Rabu hingga Kamis pekan lalu. Saat itu mereka masih membahas persiapan sejumlah acara yang akan berlangsung.

"Terkait acara. Tanggal 4 kebetulan ada event. Dia bilang mau berangkat ke Majalengka bersama saudaranya," ujar Tita.

Pada Kamis pagi, komunikasi masih berlangsung terkait pembayaran sejumlah kebutuhan vendor. Namun setelah itu nomor telepon yang biasa digunakan pemilik WO tidak lagi dapat dihubungi.

"Jam terakhir sekitar jam 3 sore. Setelah itu kami hubungi kembali, ternyata WhatsApp-nya sudah ceklis satu," katanya.

Malam harinya, para kru mendatangi rumah pemilik WO untuk mencari informasi. Namun keluarga yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui keberadaan Suci.

"Orang tua dan saudaranya juga tidak tahu, malah balik tanya ke kami," ujar Tita.

Para kru berharap laporan yang diajukan para korban dapat segera diproses sehingga keberadaan pemilik WO dapat diketahui dan persoalan yang muncul bisa segera diselesaikan.

"Harapan kami Suci segera ditemukan agar bisa mempertanggungjawabkan kasus ini sendiri. Karena kami para kru yang sejatinya hanya bekerja kepada dia malah ikut terbawa karena kelakuan dia sendiri," kata Putri.

Ia menambahkan, apabila pemilik WO memiliki itikad baik, maka langkah terbaik adalah menemui para korban dan mempertanggungjawabkan seluruh persoalan yang kini muncul.

"Intinya mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan," pungkasnya.