Mahasiswa di Medan Diduga Dianiaya di Kampus, Polisi Selidiki
ยทwaktu baca 3 menit

Seorang mahasiswa bernama Tuah Siagian (22) diduga dianiaya sesama mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, pada Rabu (20/5).
Tuah merupakan mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah di Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, UIN Sumatera Utara. Sementara diduga pelaku berinisial YH merupakan mahasiswa jurusan Perbankan Syariah di fakultas yang sama.
Tuah menjelaskan peristiwa penganiayaan bermula saat dirinya mendaftar seminar di salah satu acara kantor saham di Jalan Halat, Kota Medan, pada Senin (18/5).
Diduga pelaku berinisial YH merupakan panitia dalam acara seminar tersebut. Saat itu, YH menanyakan kepada Tuah terkait ketersediaan identitas diri saat registrasi pendaftaran dalam acara seminar tersebut.
Namun, Tuah tidak membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), sehingga terjadi kecekcokan antara mereka.
"Untuk melakukan registrasi dalam aplikasi itu harus KTP, sementara KTP saya tinggal. Jadi saudara YH ini memperingatkan saya dengan nada yang tinggi, nadanya terlalu ngegas sekali. Sehingga saya kan kayak merasa tersinggung," kata Tuah saat ditemui di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13/6).
Lalu, setelah acara seminar tersebut selesai, Tuah pun mendatangi YH dan menegurnya agar tidak meninggikan suaranya kembali. YH pun memberontak dan kecekcokan terjadi kembali.
"Dia sontak langsung enggak senang, ngajak ribut, ngajak berantem. Jadi, kami ribut, adu mulut pas di lokasi dan dipisah lah sama kawan-kawan kami dan kami pulang," ucap Tuah.
Dua hari kemudian, pada Rabu (20/5), YH menemui Tuah di kantin kampus UIN Sumatera Utara. YH bersama lima temannya menarik Tuah ke ruangan kosong dan langsung memukulinya.
"Habis itu saya ditariknya masuk ke ruangan kosong. Barulah dia memukul saya berkali-kali," ujar Tuah.
Tuah mengatakan, YH memukulinya dengan tangan kosong di bagian wajah dan menendang perutnya. Sementara, lima teman YH menyaksikan Tuah disiksa oleh YH.
"Pada saat penganiayaan, mereka ada sekitar lima orang. Mereka itu kawan-kawannya, kelima lainnya tidak ikut memukul, hanya ikut menyaksikan saja," imbuh Tuah.
Akibatnya, Tuah mengalami luka di bagian pelipis mata, belakang kepala dan perutnya.
Tuah menuturkan, setelah penganiayaan itu, YH sempat berniat untuk bertanggungjawab dan menanggung biaya perobatan. Namun, hingga kini, YH tidak ada kabar.
"Rupanya di hari pas mau kami berobat, dia enggak ada respons lagi. Dia menghilangkan jejak, dichat dia enggak menjawab, ditelepon juga enggak diangkat," ujar Tuah.
Tuah kemudian membuat laporan ke Polrestabes Medan. Laporan itu tertuang dalam Nomor: STTLP/B/2148/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, tertanggal 22 Mei 2026.
Ia juga berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus yang dialaminya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya akan melakukan penyelidikan dan menindaklanjutinya.
"Iya (pendalaman). Kita tindaklanjuti," ucap Adrian, saat dihubungi, Sabtu (13/6).
