Megawati Terima Dubes Korsel & UEA, Bahas Situasi Korea hingga Timur Tengah

Presiden ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri secara terpisah di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/7).
Dalam pertemuan dengan Dubes Korea Selatan, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, serta Ahmad Basarah.
Dubes Yoon mengaku terhormat dapat berkunjung ke kediaman Megawati. Ia mengatakan rumah tersebut memiliki nilai sejarah yang erat dengan perjalanan bangsa Indonesia.
“Saya terhormat karena hari ini bisa bertemu Ibu Megawati dan bisa berkunjung ke ruangan ini. Sejarah bangsa Indonesia ada di ruangan ini. Saya melihat banyak foto Presiden Soekarno, foto Ibu Megawati dan saya bertemu dengan Ibu dan anak Ibu secara langsung,” kata Yoon.
Dalam pertemuan itu, pembahasan kemudian mengarah pada situasi di Semenanjung Korea. Yoon mengapresiasi perhatian dan pengalaman Megawati terhadap hubungan Korea Selatan dan Korea Utara.
“Ibu Mega punya pengalaman, keahlian serta kedekatan dengan dua negara yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Sehingga menjadi modal sebagai perantara bagi kedua negara untuk mau bersama melakukan dialog damai di meja perundingan,” sebut Yoon.
Menurut Yoon, langkah terpenting saat ini adalah membuka dialog dengan Korea Utara tanpa memberikan syarat apa pun sebagai prasyarat perundingan.
Sementara itu, Megawati menceritakan pengalamannya ketika menjadi utusan perdamaian Korea Selatan pada masa pemerintahan Presiden Kim Dae Jung.
“Saya saat itu mengusulkan adanya pertemuan dan reuni antarkeluarga yang terpisah akibat terbelahnya Korea di garis batas Pamunjon. Serta mengusulkan adanya kerja sama ekonomi antara kedua negara serumpun,” jelas Megawati.
Yoon menilai pengalaman dan hubungan Megawati dengan kedua Korea menjadi modal penting untuk mendorong proses perdamaian. Ia bahkan menyebut Megawati sebagai sosok yang tepat apabila ditunjuk menjadi utusan khusus (special envoy) bagi perdamaian di Semenanjung Korea.
Ia juga berjanji akan menyampaikan hasil pembicaraan tersebut kepada Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.
Usai menerima Dubes Korea Selatan, Megawati melanjutkan agenda dengan menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi Prananda Prabowo, Rokhmin Dahuri, Ahmad Basarah, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai Andi Widjajanto, serta Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid.
Dubes Al Dhaheri membuka pertemuan dengan menyampaikan salam dari Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Ia juga mengenang kunjungan Megawati ke Abu Dhabi pada Februari lalu.
“Terima kasih telah mampir berkunjung ke rumah saya di Abu Dhabi pada Februari lalu. Saya meneruskan salam hangat dari Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Dia tahu pertemuan ini dan mengirimkan salam hangat kepada Ibu,” kata Al Dhaheri.
Keduanya membahas berbagai isu, mulai dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah hingga peluang memperkuat kerja sama Indonesia dan Uni Emirat Arab di berbagai bidang.
Megawati juga mendorong kerja sama antara Pemerintah UEA dengan Megawati Institute, khususnya di bidang toleransi beragama, Pancasila, serta kajian pemikiran para tokoh pendiri bangsa kedua negara.
Selain itu, dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati juga mengusulkan agar kerja sama riset antara BRIN dan Pemerintah UEA semakin diperkuat, termasuk melanjutkan kolaborasi penelitian mangrove yang sebelumnya telah dijalankan di Bali.
