Melihat Kondisi Kebun Binatang Surabaya Usai Dirut Korupsi Anggaran Rp 10,2 M

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (23/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (23/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Eks Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) periode 2016-2024, Chairul Anwar, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan yang merugikan negara Rp 10,2 miliar.

kumparan mengunjungi KBS, melihat bagaimana kondisi di sana usai pejabatnya jadi tersangka. Pantauan pada Kamis (23/7), KBS masih dikunjungi wisatawan.

Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (23/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Hewan-hewan juga terlihat di kandangnya masing-masing, mulai jerapah, rusa, merak, landak, burung, dan hewan lainnya.

Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (23/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Kondisi hewan tampak sehat. Beberapa petugas juga masih bertugas membersihkan kandang hewan.

Kepala Seksi Humas Kebun Binatang Surabaya (KBS), Lintang Ratri Sunarwidhi, mengatakan bahwa kondisi hewan di KBS saat ini cukup baik dan masih terawat.

Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (23/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

"Pada saat ini kebun binatang Surabaya satwanya baik-baik saja. Nutrisinya kita penuhi semua suplemennya kita penuhi. Perawatannya kita penuhi dengan secara maksimal seperti ketentuan yang ditentukan oleh pemerintah regulasi yang ada," kata Lintang saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).

Kasus dugaan korupsi itu terjadi dalam rentang waktu 2016 hingga 2024. Ketika itu, ia merangkap tiga jabatan, yakni sebagai Direktur Utama, Direktur Operasional dan Direktur Keuangan.

Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kamis (23/7/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Modus Chairul melakukan korupsi ini dengan memerintahkan stafnya mengeluarkan uang anggaran dan menyusun pertanggungjawaban fiktif. Aksinya itu dengan memotong anggaran pakan satwa.

Perbuatan tersangka menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 10.209.664.735,60. Selain itu, menurut penyidik kejaksaan akibat korupsi ini membuat fasilitas di KBS menjadi tidak terawat, rusak, serta kotor.

Bahkan, kondisi dan kesehatan satwa ikut memprihatinkan akibat pemangkasan anggaran pakan.