Melihat Truk Sampah di Surabaya: Terawat, Angkut Kayu-Kasur Disusun Rapi

Saban hari, truk sampah hilir mudik sejak pagi hingga sore hari di Kota Surabaya. Truk-truk besar itu berjejalan dengan kendaraan lain, menerobos kepadatan kota untuk membawa muatan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Romokalisari, Surabaya.
Pantauan kumparan, salah satu truk sampah tampak melintas di Jalan Banyu Urip. Truk dengan bak berwarna putih-merah itu terlihat tengah mengangkut sampah yang berisi sejumlah kayu hingga kasur.
Tumpukan sampah itu disusun rapi di bak truk dengan diberi sekat kayu triplek di sisi kanan-kirinya. Namun, tumpukan sampah itu dibiarkan terbuka di atas bak-nya. Meski begitu, kondisi truk cukup terawat. Tidak ada karat maupun lubang di bak truk sampah itu. Sepanjang melintas di Jalan Banyu Urip, tidak terlihat angkutan sampah jatuh di jalan.
Sementara itu, kumparan juga melihat truk sampah dalam kondisi kosong di Jalan Ambengan. Truk dengan bak berwarna oranye dan terdapat tulisan DLH juga tampak terawat. Saat melintas, truk sampah dalam keadaan kosong tak mengangkut sampah.
Lalu, kumparan juga melihat sebuah truk sampah yang melintas di Jalan Ngagel Jaya Utara. Truk dengan bak berwarna kuning dan bertuliskan 'sampah sedimentasi saluran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya' itu juga tampak terawat. Bak yang terbuat dari baja itu masih terlihat kokoh.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Wasis Sutikno, mengatakan mereka rutin meremajakan truk sampah yang sudah tak terawat.
"Kita lakukan perbaikan gantian agar sesuai standar," kata Wasis kepada kumparan, Rabu (23/9).
Ia menyampaikan, pihaknya juga melakukan perbaikan truk sampah secara berkala bila ditemukan kerusakan.
"Sejak pengadaan kita rawat terus," ucapnya.
Meski begitu, pihaknya masih menerima laporan warga terkait keluhan truk sampah yang melintas. Wasis mengungkapkan bahwa tak semua truk sampah yang beroperasi milik DLH Surabaya.
"Angkutan sampah yang di jalan, tidak hanya DLH. Tapi warga kota tahunya semua angkutan sampah punya DLH. Padahal punya Swasta jauh lebih banyak yang ke TPA Benowo. Yang banyak disampaikan selama ini mayoritas punya Swasta," kata dia.
