Menyusuri Jalan Berlubang Underpass Kemayoran hingga Setiabudi: Jalan Ambles-Tambalan Tak Rata

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Jalan HBR Motik di underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi seorang pesepeda terjatuh hingga mengalami koma akibat jalan bergelombang, Sabtu (7/11/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Jalan HBR Motik di underpass Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menjadi lokasi seorang pesepeda terjatuh hingga mengalami koma akibat jalan bergelombang, Sabtu (7/11/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Seorang pesepeda terjatuh di terowongan atau Underpass Kemayoran arah Sunter, Jakarta Utara, diduga akibat penutup saluran air yang tidak tertutup rapat hingga menganga. Pesepeda tersebut mengalami luka hingga koma.

Sebelumnya, informasi kecelakaan itu disampaikan komunitas Bike to Work melalui akun Instagram @b2w_indonesia. Menindaklanjuti kejadian tersebut, kumparan mendatangi lokasi untuk melihat kondisi jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Sabtu (7/11), posisi penutup saluran air yang sebelumnya menganga sudah dibetulkan. Penutup tersebut kini terlihat kembali pada posisinya dan tidak lagi terbuka seperti sebelumnya.

Kondisi sejumlah titik jalan yang amblas di Jalan Prof. DR. Satrio, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Pengendara motor maupun pesepeda yang melintas di lokasi juga tidak terlihat tersangkut pada penutup saluran air tersebut.

Jalan Ambles di Jalan Jenderal Basuki Rachmat

Hal serupa juga terlihat di ruas jalan lain di Jakarta. Di Jalan Jenderal Basuki Rachmat arah Duren Sawit, kawasan Cipinang, Jakarta Timur, terdapat sejumlah titik bekas galian yang permukaannya kembali ambles. Padahal, beberapa bagian jalan tersebut terlihat sudah ditambal menggunakan aspal baru.

Namun, permukaan tambalan itu justru kembali turun sehingga tidak rata dengan bagian jalan di sekitarnya. Kondisi tersebut terlihat di beberapa titik sepanjang jalan.

Selain bagian yang ambles, terdapat pula tambalan aspal yang permukaannya justru lebih tinggi dari jalan di sekitarnya. Sehingga, permukaan jalan menjadi tidak rata.

Kondisi sejumlah titik jalan yang amblas di Jalan Prof. DR. Satrio, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Pantauan kumparan di lokasi, jalan tersebut sangat ramai dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Untuk pengendara motor harus berhati-hati melintas sebab beberapa titik permukaan jalan yang naik-turun.

Jalan Tak Rata di Jalan Prof. DR. Satrio

Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Prof. Dr. Satrio arah Sudirman, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Sejumlah titik bekas perbaikan jalan terlihat kembali ambles meski sudah ditambal menggunakan aspal baru.

Kondisi sejumlah titik jalan yang amblas di Jalan Prof. DR. Satrio, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Permukaan jalan di beberapa titik tampak tidak rata. Ada bagian tambalan yang turun cukup dalam, sementara bagian lainnya justru menonjol.

Pantauan kumparan di lokasi, jalan tersebut juga sangat ramai dilalui pengendara roda empat maupun roda dua, bahkan bukan di hari kerja.

Pengendara motor harus menurunkan kecepatan jika hendak menepi ke pinggir jalan imbas dari jalan tak rata tersebut.