Momen Kapal Nelayan di Lampung Kena Hujan Batu Letusan Gunung Anak Krakatau

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perahu nelayan kena hujan batu saat Gunung Anak Krakatau meletus. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Perahu nelayan kena hujan batu saat Gunung Anak Krakatau meletus. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah nelayan asal Pesawaran kejatuhan batu saat berlayar di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan, Sabtu (5/9). Kapal yang mereka tumpangi dihujani material batu saat GAK mengalami erupsi.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diterima dan beredar di media sosial. Dalam video, terlihat material batu berukuran kecil menghujani kapal hingga mengenai permukaan air laut dan menimbulkan percikan.

Situasi tersebut membuat para nelayan panik. Mereka hanya bisa berlindung di dalam kapal sembari melantunkan takbir dan berdoa memohon keselamatan.

"Ya Allah, hujan batu Ya Allah. Hujan batu," teriak salah seorang nelayan dalam video.

Salah satu nelayan, Surya, warga Pesawaran, mengatakan peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama empat rekannya dalam perjalanan pulang dari Jawa menuju Lampung.

Menurut Surya, aktivitas Gunung Anak Krakatau telah terlihat sejak malam sebelumnya. Gunung disebut mengeluarkan api dan asap sebelum akhirnya mereka terkena hujan material saat melintas di sekitar GAK.

"Kita posisi mau pulang ke Lampung. Kita dari Jawa, kerja nelayan ikan," kata Surya.

Perahu nelayan kena hujan batu saat Gunung Anak Krakatau meletus. Foto: Dok. Istimewa

Surya menuturkan, rombongannya berangkat sekitar pukul 04.00 WIB. Saat mendekati kawasan Krakatau sekitar pukul 10.00 WIB, mereka mulai terkena material batu.

"Pas sampai daerah Krakatau itu, perahu itu jarak dari Gunung Krakatau ke perahu sekitar 10 sampai 30 meter itu sudah hujan batu. Sampai jarak 300 meter masih kena," ujarnya.

Material batu bahkan disebut masuk dan menumpuk di dalam kapal. Surya memperkirakan terdapat sekitar lima hingga enam karung material batu yang masuk ke perahu.

Meski berada dalam situasi berbahaya, seluruh nelayan dalam kapal tersebut selamat. "Alhamdulillah enggak ada (korban)," kata Surya.

Peristiwa tersebut juga membuat perjalanan mereka menuju Lampung menjadi lebih lama. Jika dalam kondisi normal perjalanan dari Jawa ke Lampung ditempuh sekitar lima jam, kali ini mereka berangkat pukul 04.00 WIB dan baru tiba sekitar pukul 13.30 WIB.

Perahu nelayan kena hujan batu saat Gunung Anak Krakatau meletus. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan adanya kelompok nelayan yang terjebak hujan material di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dia memastikan seluruh nelayan tersebut selamat.

"Benar, itu terjadi pada hari ini. Jadi kami mendapatkan informasi bahwa ada kelompok nelayan yang terjebak hujan batu di lokasi sekitar Anak Gunung Krakatau yang sedang erupsi. Alhamdulillah mereka selamat," kata Rezie

Rezie mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan, agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau yang tengah mengalami erupsi.

"Aturan sudah jelas, jarak 3 kilometer tidak boleh sama sekali mendekat. Jadi tolong kepada semua masyarakat patuhi larangan tersebut, jangan sampai karena kecerobohan nanti merugikan banyak pihak," tegasnya.

Dia menambahkan, tim SAR saat ini tetap siaga mengantisipasi dampak aktivitas GAK, terutama jika terjadi perubahan arah angin.

"Kami saat ini tetap siaga karena arah angin berubah. Pulau Sebesi bisa sangat terdampak jika ada perubahan angin, dampaknya bisa terkena hujan debu maupun material batu seperti pada video nelayan," pungkasnya.