Pemda DIY Sidak Sejumlah SPPG di Yogya, Pantau Kehigienisan dan Sanitasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti ditemui usai acara Peringatan Amanat 5 September 1945 di Ndalem Poenokawan Cafe Resto & Gallery, Sabtu (5/9/2026). Foto: Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti ditemui usai acara Peringatan Amanat 5 September 1945 di Ndalem Poenokawan Cafe Resto & Gallery, Sabtu (5/9/2026). Foto: Panji/kumparan

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) DIY menyidak sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Yogyakarta pada Senin (21/9) dini hari.

Selain untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini SPPG di Yogyakarta, sidak untuk memastikan kehigienisan dan sanitasi sebelum makanan didistribusikan ke para siswa.

Ada dua tim yang terjun sidak. Tim dipimpin langsung Sekretaris Daerah DIY yang juga Ketua Satgas MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.

Selain itu turut ikut sidak Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, Aria Nugrahadi; Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Anna Rina Herbranti; Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto, dan sejumlah Koordinator Regional (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) DIY. Ada empat SPPG yang dikunjungi dini hari tadi.

"SOP-nya tetap dijalani ya, ini kan amanah yang diberikan, kita harus dapat membantu dengan bekerja maksimal. Kan sudah ada juga SOP dari BGN yang mengatur semua, kalau kita prosedurnya harus begini, mempersiapkan apa gitu, jangan ada yang dilewati atau kemudian diabaikan," kata Ni Made kepada petugas SPPG.

Kesterilan dapur, proses pengemasan atau pembagian porsi makanan, jadi salah satu hal yang menurut Ni Made harus diperhatikan. Ini penting agar tidak ada kontaminasi bakteri pada makanan.

Proses memasak harus dilakukan dengan tepat. Tidak boleh ada kelalaian yang bisa menyebabkan makanan terkontaminasi dan memengaruhi keamanan makanan.

"Kontaminasi itu bisa dari mana saja. Bahan bakunya sudah benar, cara masaknya sudah benar, tetapi kelalaian kecil itu bisa membuat makanan terkontaminasi. Kita harus berupaya supaya program ini bisa dipercaya dengan memastikan SOP dan seluruh prosedur dijalankan, serta syarat-syarat yang harus dipenuhi SPPG benar-benar dipenuhi," tegasnya.

Ni Made mengatakan kinerja petugas SPPG harus konsisten baik. Dengan konsistensi itu, niscaya kepercayaan masyarakat akan tumbuh.

"Image itu yang membentuk kita sendiri, jangan menyalahkan masyarakat. Penilaian masyarakat itu adalah hasil dari kerja kita sendiri. Kalau kemudian prosedurnya kita lakukan dengan benar dan baik, insyaAllah program ini akan berjalan dengan baik. Itu semua tergantung dari kita," kata Ni Made.

Melalui sidak ini, diharapkan kejadian keracunan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG tidak kembali terjadi. Hasil pengecekan lapangan akan jadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapan dan kualitas operasional SPPG

"Setelah selesai semua, kita akan ada rapat untuk merekap dan kemudian ada hal-hal yang perlu kita dalami," pungkasnya.