Pendaftaran Perlinsos Digital di Bali Capai 652 Ribu KK

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Rahmat Danu Andika di Denpasar, Kamis (8/10/2026).
 Foto: Sandra Gisela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Rahmat Danu Andika di Denpasar, Kamis (8/10/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparan

Pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital di Bali telah mencapai 652 ribu KK per Oktober 2026. Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Rahmat Danu Andika, menyebut angka tersebut sudah setara dengan 50 persen populasi Bali.

“Bali dikatakan sudah hampir selesai. Jadi, Bali itu per hari ini sudah 652 ribu KK yang mendaftar. Makanya sudah ada banyak cerita (tentang Perlinsos) di Bali,” kata Rahmat di Denpasar, Kamis (8/10).

Rahmat menyebut percobaan untuk digitalisasi Perlinsos telah dimulai di Banyuwangi pada September 2025. Kesuksesan uji coba digitalisasi Perlinsos di Banyuwangi menyebabkan uji coba tersebut diperluas ke 42 kabupaten dan kota yang ada di Indonesia.

Dari 42 kabupaten dan kota yang menjadi wilayah percontohan utama nasional untuk digitalisasi Perlinsos, sebanyak 9 di antaranya berada di Bali. Hal tersebut menyebabkan Bali menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang menjalankan uji coba digitalisasi Perlinsos secara menyeluruh.

“Selain itu, di Bali sudah terdapat 18.980 agen. Dari satu pulau Bali, terdapat 18 ribu orang yang bisa membantu orang lain. Mungkin akan bertambah juga dan harapannya akan bertambah,” ungkapnya.

Secara nasional, pendaftaran Perlinsos Digital sudah mencapai 6,6 juta KK per awal Oktober 2026. Namun, Rahmat mengatakan, pemerintah menetapkan target sebanyak 48 juta KK per akhir Desember 2026 atau setara dengan 50 persen populasi Indonesia yang terdaftar dalam Perlinsos Digital.

“Kita sekarang ada di 6,6 juta KK dan akan naik terus karena gerakannya semua lapisan masyarakat. Kemarin termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas jadi agen,” jelas Rahmat.

Rahmat juga mengingatkan bahwa sekarang ini adalah periode registrasi ulang untuk bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako untuk tahun 2027. Pada tahun 2027 mendatang, permintaan bantuan sosial berupa PKH dan Sembako wajib terdaftar melalui Perlinsos.

“Nanti penetapannya akan terjadi di Desember, termasuk kita ranking ulang. Bisa jadi yang sekarang layak atau di desil 4, tetapi begitu nanti diranking ulang, banyak orang yang turun ekonominya, jadi dia tergeser naik,” pungkasnya.