Penjelasan TNI AL Soal Perjalanan KRI Ngurah Rai, dan Tradisi Melintas Negara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/4/2021). Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan perjalanan Kapal Perang KRI I Gusti Ngurah Rai-332, yang tengah mengikuti latihan militer EXERCISE ORRUDA di Vladivostok, Rusia. Dari Rusia, kapal ini akan melintasi sejumlah negara sebelum tiba kembali di Indonesia.

Vladivostok terletak di Rusia Timur Jauh, sebelah barat Laut Jepang. Lalu, dalam perjalanan pulang, KRI I Gusti Ngurah Rai akan melakukan perjalanan lintas laut (linla) perairan sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, China, hingga sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Filipina atau Vietnam tergantung rute yang dipilih.

Selama perjalanan kapal akan mengadakan Passex, atau Passing Exercise dengan negara-negara yang dilintasi.

"Passing Exercise yang dilaksanakan bukan bersifat War Fighting, tetapi sebagai tradisi Navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara," kata Tunggul, lewat keterangannya, Rabu (12/8).

Kapal Perang KRI Raden Eddy Martadinata-331 melaksanakan passing exercise (Passex) dengan United Kingdom Carrier Strike Group HMS Prince Of Wales di Laut Banda, teparnya di Barat Daya Pulau Buru Maluku, Kamis (31/7). Foto: Dok. TNI AL

Menurut Tunggul, Passex adalah bentuk dari niat baik, serta bentuk diplomasi yang diwakilkan lewat Angkatan Laut.

"Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," kata Tunggul.

"Politik luar negeri Indonesia Bebas Aktif memberikan peluang kerja sama menguntungkan dengan negara mana pun termasuk giat Passex dengan sejumlah negara," tutupnya.

Ada Isu Latihan Militer dengan China

Sementara itu, perjalanan lintas laut KRI I Gusti Ngurah Rai ini juga menyita perhatian internasional. Reuters memberitakan, bahwa China berencana menggelar latihan militer dengan Indonesia di sebelah timur Taiwan.

Langkah ini membuat Taiwan sedikit meradang, sebab, ada kesan bahwa China daratan lah yang mengontrol perairan tersebut. Padahal, secara de-facto Taiwan lah yang mengontrol kawasan ini.

Dalam rencana ini, Kementerian Pertahanan China menyebut latihan akan digelar pada pertengahan Agustus di timur perairan Taiwan. China menyebut, ini adalah latihan navigasi dengan Indonesia.