Pesan Duka Megawati untuk Ayatollah Khamenei: Peka Terhadap Derita Bangsanya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ucapan duka dari Presiden ke 5 RI Megawati Soekarno Putri atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Dok. PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Ucapan duka dari Presiden ke 5 RI Megawati Soekarno Putri atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Dok. PDIP

Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan dukanya untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei, yang wafat dalam serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel, pada 28 Februari 2026. Pada pekan ini, Khamenei akan dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad, Iran.

Pesan duka Megawati itu direkam dalam sebuah video, memuat teks terjemahan dalam bahasa Persia, dan disiarkan oleh Channel One, salah satu stasiun TV Iran pada Jumat (3/7).

"Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia," kata Megawati, dalam rekaman video yang diterima kumparan, pada Selasa (7/7).

Secara pribadi, Megawati pernah bertemu Khamenei. Pada pertemuan saat Megawati menjabat sebagai presiden, ia terkesan dengan semangat yang dipunyai Khamenei dan meningatkan pada ayahnya.

"Dalam diri beliau, saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya, Bung Karno. Yang Mulia Ali Khamenei sejak muda, beliau telah mengenal dan mengagumi serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno," ucap Megawati.

Ucapan duka dari Presiden ke 5 RI Megawati Soekarno Putri atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Dok. PDIP

Begitu pula saat Megawati bertemu dengan Khamenei di Teheran pada 2004.

"Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau. Saat itu, saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip, sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya," ucap Khamenei.

Kepergian Khamenei, membuat Megawati kembali menegaskan sikapnya untuk perdamaian dunia. Termasuk penghormatan terhadap hukum internasional.

"Hari ini, dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak," ucap Megawati.

Kepada rakyat Iran, Megawati juga menitipkan doa untuk kekuatan, serta persatuan nasional menghadapi dunia yang memanas.

"Kepada keluarga besar Almarhum, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, izinkan saya menyampaikan doa yang paling tulus. Semoga Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang melapangkan jalan bagi beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, dan mengampuni segala kekhilafannya. Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melalui masa-masa sulit ini, di tengah badai sejarah yang sedang bergelora," ucapnya.

"Selamat jalan Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei…. Kami melepas kepergian-Mu dengan doa, rasa hormat dan persaudaraan yang tak akan lekang oleh waktu," tutup Megawati.