Petugas Evakuasi Korban Terakhir Ledakan di Grand Polonia: Total 3 Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Semua korban ledakan di Perumahan Grand Polonia, Medan akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa (21/7). Korban terakhir adalah perempuan, dan ditemukan di lantai dua rumah yang terdampak paling parah.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, ini adalah korban ketiga dan terakhir yang ditemukan hari ini. Sebelumnya, mereka sudah menemukan 2 korban lainnya, pada subuh dan siang hari.

"Tim gabungan telah menemukan korban ketiga sekitar pukul 18.00 WIB," kata Calvijn saat ditemui di lokasi.

Kini korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Polisi belum mengungkap identitas dua korban yang ditemukan tewas. Sementara satu korban tewas sudah diidentifikasikasi yakni Jesika, istri dari pemilik rumah.

Petugas mengoperasikan alat berat saat mengevakuasi korban ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

Sebelumnya, Polrestabes Medan menjelaskan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran pipa gas yang berada di bawah tanah perumahan Grand Polonia di Medan, pada Senin (20/7) kemarin.

"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat di lokasi, Senin (20/7).

Calvijn mengatakan, dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi gas petugas.

"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.

"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.