Pikulan Bakso Meledak di Ujungberung Bandung, Pedagang Alami Luka Bakar di Wajah

Sebuah pikulan bakso tiba-tiba meledak saat pedagangnya berjualan di Kompleks Taruna, Pasir Endah, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Sabtu (17/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, pedagang bakso mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuhnya. Pengurus RW 2 Taruna, Yuyun Rosiyani, mengatakan suara ledakan terdengar cukup keras hingga membuat warga sekitar terkejut. Saat itu, sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah. “Saat itu saya mendengar seperti ledakan. Kalau dibilang seperti bom mungkin terlalu besar, tetapi seperti ledakan yang membuat semua warga di sini kaget. Saya pikir ada benda jatuh dari atas,” kata Yuyun saat ditemui di lokasi, Sabtu (17/10). Setelah mendengar suara ledakan, Yuyun bersama sejumlah tetangga langsung keluar rumah untuk melihat kejadian tersebut. Mereka mendapati tubuh pedagang bakso sudah terbakar api.

Menurut Yuyun, pedagang tersebut kemudian melepaskan barang bawaan yang dibawanya. Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air ke tubuh korban. “Begitu mendengar ledakan, saya keluar bersama tetangga. Ternyata api sudah mengenai seluruh badannya. Kemudian dia melepaskan tanggungannya, lalu disiram air oleh tetangga yang lainnya,” ujarnya. Yuyun menyebut luka bakar yang dialami pedagang tersebut terlihat pada bagian wajah, leher, kepala, hingga tangan. Luka juga tampak di bagian telapak tangan korban. Warga sempat berusaha membawa pedagang itu ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, menurut Yuyun, korban menolak saat ditawari untuk diantar berobat. “Kita berusaha menolongnya sampai menawarkan untuk dibawa ke dokter, tetapi bapaknya tidak mau diantar,” tuturnya. Setelah kejadian, warga kemudian membantu membersihkan lokasi dari tumpahan dagangan yang berserakan di jalan. Bakso, bihun, dan berbagai bumbu yang dibawa pedagang tersebut terlihat berhamburan akibat insiden itu. Yuyun menduga ledakan berasal dari gas portabel yang digunakan untuk memasak. Pasalnya, pedagang tersebut menggunakan kompor kecil yang biasa dibawa saat berkemah, bukan kompor dengan tabung gas berukuran besar. “Kalau melihatnya, sepertinya dari gasnya. Dia menggunakan gas portabel, kompornya juga yang biasa dibawa ke gunung, seperti orang mau berkemah,” ucapnya. Ia menambahkan, pedagang bakso itu sudah cukup dikenal oleh warga sekitar karena sering berjualan di kompleks tersebut. Meski demikian, Yuyun mengaku tidak mengetahui nama pedagang itu sebelum kejadian. Berdasarkan pengamatannya, pedagang tersebut diduga baru mulai berjualan pada hari itu. Hal tersebut terlihat dari bahan dagangan, seperti bakso dan bihun, yang masih cukup banyak ketika insiden terjadi. “Sepertinya dia masih baru keluar untuk berjualan. Saya lihat bahan-bahan bakso dan bihunnya masih banyak sekali,” katanya. Yuyun juga mengatakan kondisi pedagang tersebut masih terlihat syok setelah kejadian dan belum bisa diajak berbicara banyak. Warga pun berinisiatif memberikan bantuan uang seadanya untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan korban. Menurutnya, warga merasa prihatin karena dagangan yang menjadi modal untuk mencari nafkah ikut berserakan dan tidak bisa lagi dijual. “Kita kasihan, takutnya dia tidak makan. Modalnya saja sudah berserakan di mana-mana, bakso, bihun, dan segala macamnya,” ujarnya. Sebagai bentuk kepedulian, Yuyun menyebut pengurus RT dan warga berencana mengumpulkan dana melalui grup WhatsApp untuk memberikan santunan kepada pedagang tersebut. “Rencananya, tadi di grup WhatsApp Pak RT dan warga, kita mau berusaha mengumpulkan dana dari warga untuk memberikan santunan,” pungkasnya.
