Pimpinan DPR Terima Audiensi dan Tampung Aspirasi Mahasiswa Trisakti-Mercu Buana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menerima mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6).  Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menerima mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pimpinan DPR menerima audiensi sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus. Mahasiswa tersebut menggelar aksi demo di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat (19/6).

Audiensi yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, itu dihadiri mahasiswa dari HMI MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul, dan sejumlah kampus lainnya.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan DPR menerima berbagai aspirasi mahasiswa yang nantinya akan diteruskan kepada pemerintah.

“Pada hari ini pimpinan DPR dan pimpinan komisi telah menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa, baik dari HMI MPO, Trisakti, Mercu Buana, Esa Unggul, dan beberapa kampus lain,” kata Dasco.

“Yang pada intinya mereka menyampaikan aspirasi untuk diteruskan kepada pihak pemerintah, menyampaikan aspirasi kepada DPR dalam hal tugas pengawasan DPR,” lanjutnya.

Menurut dia, dialog berlangsung dalam suasana yang baik meski waktu pertemuan terbatas. Karena itu, DPR berkomitmen untuk membuka ruang komunikasi lanjutan dengan mahasiswa.

“Tadi kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik, dan karena memang kemudian waktu yang membatasi, sehingga kemudian kami akan ke depan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik dari mahasiswa,” ujarnya.

Dari pihak mahasiswa, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Dhenni Ribowo mengatakan audiensi tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan berbagai persoalan yang saat ini dirasakan masyarakat.

Ia menjelaskan sebagian besar tuntutan mahasiswa sebenarnya ditujukan kepada pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan mengambil kebijakan.

“Hari ini kita bahwa informasi bahwasanya kita telah melakukan dialog dan juga penyampaian aspirasi. Mayoritas aspirasi kita, kita sampaikan kepada pihak eksekutif sebagai penentu kebijakan yang hari ini tidak cukup diberkenani oleh teman-teman semuanya,” kata Dhenni.

Menurut dia, sebagian aspirasi memang telah mendapatkan jawaban dalam pertemuan tersebut. Namun, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan tindak lanjut dan pembuktian komitmen dari pemerintah.

“Ada beberapa hal yang tadi langsung terjawab dan memang mungkin ada beberapa hal yang langsung diberikan penyelesaiannya, tetapi masih ada beberapa PR yang kita tunggu komitmennya,” ujarnya.

Salah satu persoalan yang paling mendesak, kata Dhenni, adalah kelangkaan BBM subsidi yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat karena berpengaruh terhadap distribusi barang dan harga kebutuhan pokok.

“Itu tadi sudah disampaikan oleh jajaran pimpinan DPR dan juga menteri, tetapi ini kan sebenarnya efek domino terhadap bahan pokok dan lain-lain. Kalau mereka tadi sudah disampaikan oleh pihak eksekutif untuk berkomitmen kepada kita, ya kalau nggak dipenuhi janjinya, ya pasti kiranya gelombang-gelombang perjuangan kayak gini akan muncul,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan persoalan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat, terutama terkait kebutuhan pokok dan energi.

“Tetapi harapannya, pemerintah, khususnya mungkin dari Dewan Perwakilan Rakyat, bisa menjadi penyambung lidah kami untuk menyampaikan bahwasanya, ya isu perut itu jangan dicoba-coba kepada masyarakat. Karena kalau masyarakat nanti sudah lapar, emosi, pasti pemerintah yang kena,” ujarnya.

Dhenni menegaskan stabilitas ekonomi menjadi tuntutan utama mahasiswa dalam audiensi tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu menjaga keseimbangan kebijakan fiskal dan moneter sekaligus memastikan harga bahan pokok dan BBM tetap terjangkau.

“Jadi tuntutan pertama kami, kita sampaikan bahwasanya menjaga stabilitas ekonomi, baik itu dari kebijakan fiskal atau moneternya, serta kestabilan harga bahan pokok dan juga BBM itu yang menjadi concern utama kami, tadi kita sampaikan, dan disampaikan beberapa komitmen dari pihak eksekutif tadi ditelepon langsung oleh jajaran pimpinan dewan yang harapannya bisa kita tunggu janjinya beberapa waktu ke depan untuk bisa kita tuai hasilnya,” kata dia.