PKS soal Capres 2029: Tunaikan Amanah Dulu, Tunggu Musyawarah Majelis Syuro

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Foto: Amrizal Papua/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Foto: Amrizal Papua/kumparan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Muhammad Kholid mengatakan partainya belum menentukan sosok calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan didukung pada Pilpres 2029.

Menurutnya, keputusan terkait dukungan capres-cawapres merupakan kewenangan Majelis Syuro PKS.

“Terkait dukungan capres cawapres di PKS, itu adalah ranah kewenangan dari majelis syuro. Dan musyawarah majelis syuro menetapkan bahwa PKS mendukung pemerintahan presiden Prabowo Subianto, sukses hingga 2029,” kata Kholid kepada wartawan, Senin (12/10).

Kholid mengatakan Musyawarah Majelis Syuro PKS hingga kini belum menetapkan keputusan terkait pasangan capres-cawapres yang akan didukung pada Pilpres 2029.

“Terkait pilpres 2029, musyawarah majelis syuro belum menetapkan keputusan. Tentu nanti DPP menunggu arahan dan keputusan dari musyawarah Majelis Syuro,” katanya.

Ia menegaskan PKS saat ini masih berfokus menjalankan keputusan Majelis Syuro untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029.

Menurut Kholid, PKS akan menjalankan amanah tersebut terlebih dahulu sebelum menentukan sikap terkait Pilpres 2029.

“Bagi kami PKS saat ini adalah kita harus mendukung keberhasilan, kesuksesan dari pemerintahan presiden Prabowo. Kita tunaikan amanah ini sebaik-baiknya terlebih dahulu. Perkara nanti pilpres 2029 ada waktunya untuk menentukan sikap tersebut,” ungkap Kholid.

Ilustrasi bendera PKS. Foto: Ika Hilal/Shutterstock

Hal ini berbeda dengan Golkar. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia belakangan ini merespons sikap Presiden ke-7 Jokowi yang tampak tak lagi secara tegas menggaungkan pasangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dua periode.

Ia mengatakan Golkar masih fokus membantu menyukseskan pemerintahan Prabowo.

“Ya, sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10).

Doli menjelaskan, Golkar baru menetapkan Prabowo sebagai calon presiden. Sementara penentuan calon wakil presiden akan dilakukan mendekati pendaftaran capres dan cawapres serta dibicarakan bersama partai politik pengusung.

“Dan ketika ditanya, kenapa tidak sekaligus calon wakil presidennya? Pertama, waktu itu saya jelaskan, ya. Untuk penetapan atau penentuan dan penetapan calon wakil presiden, itu selalu nanti biasanya menjelang-menjelang pendaftaran capres dan cawapres,” kata Doli.

“Karena apa? Karena itu akan dibicarakan terlebih dahulu oleh partai-partai politik pengusungnya,” sambung dia.

Menurut Doli, saat ini belum diketahui partai politik mana saja yang nantinya akan menjadi pengusung pada Pilpres 2029. Karena itu, Golkar belum menentukan siapa yang akan menjadi cawapres Prabowo.

“Dan yang kedua, biasanya penetapan calon wakil presiden itu adalah titik akhirnya adalah presiden. Si yang mau kita usung, calon presiden yang mau kita usung,” jelas Doli.