Polisi Periksa 12 Saksi Terkait Kasus Sekuriti yang Tewas Terborgol di Jatiluhur

Satreskrim Polres Purwakarta, Jawa Barat menyelidiki secara intensif kematian Sumarna (40), sekuriti yang ditemukan tewas di tepi danau Waduk Jatiluhur.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, I Made Purwantara, menjelaskan ia telah melakukan olah TKP, visum hingga melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya.
Selain itu, kepolisian juga sudah memeriksa 12 saksi meliputi rekan kerja korban dan warga setempat.
"Saksi yang sudah di periksa sebanyak 12 saksi, baik warga hingga rekan kerja, sementara kasusnya masih dalam penyelidikan dan penyidikan serta mengembangkan pelaku," imbuh I Made Purwantara, Sabtu (25/7).
Pantauan kumparan di lokasi kejadian pada Sabtu (25/7), garis polisi telah dipasang sepanjang kurang lebih 3 meter.
Di lokasi itu, terdapat satu perahu milik warga yang diketahui telah lama bersandar dan sempat digunakan untuk menyusuri jenazah korban.
Tak jauh dari TKP, terdapat pula dermaga tempat bongkar muat hasil tangkapan ikan nelayan di sekitar Waduk Jatiluhur.
Warga setempat, Darmi (53), menyebut korban ditemukan sekitar 3 meter dari daratan dalam posisi nyaris mengambang.
"Ketemunya ada pas pukul 10.00 WIB mah. Pinuh pisan nu ningali (penuh banget yang melihat)," katanya.
Dari kabar yang ia dengar, korban diduga tewas dibunuh setelah sempat menegur sekelompok pemuda yang melakukan aksi vandalisme di area waduk.
"Katanya mah iya (dibunuh) karena negur, tapi obrolan orang mah kadang kita juga nggak bisa mastiin, kan suka dilebih-lebihin," katanya.
