Polisi Tangkap 4 Orang Terkait Kasus Penemuan Dua Mayat Remaja di Selokan Bekasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolres Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro saat meninjau lokasi kejadian pembunuhan Ermanto Usman di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kota Bekasi pada Selasa (3/3). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro saat meninjau lokasi kejadian pembunuhan Ermanto Usman di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kota Bekasi pada Selasa (3/3). Foto: Abid Raihan/kumparan

Polisi menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya dua remaja yang ditemukan di selokan pinggir Jalan Mustikajaya, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jumat, (19/6).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan keempat terduga pelaku diamankan pada hari yang sama setelah penemuan jasad korban.

"Ini ada dua orang yang meninggal dunia. Tapi alhamdulillah, kita sudah bisa mengamankan ada empat orang yang diduga sebagai pelaku," kata Kusumo, Sabtu (20/6).

Hingga kini, penyidik belum dapat memastikan apakah peristiwa itu berkaitan dengan aksi begal atau tawuran.

"(Begal atau tawuran), ini masih kita pelajari, ya. Yang jelas, ada luka penganiayaan pada korban," ujarnya.

Kusumo menjelaskan, polisi menerima laporan penemuan dua korban sekitar pukul 04.00 WIB. Kedua korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan masih berusia remaja.

"Korban remaja, usia 19 dan 17 tahun. Para jenazah korban masih di rumah sakit," ucap Kusumo.

Saat ini kedua jenazah masih berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi.

Dalam penyelidikan awal, polisi memperoleh keterangan bahwa kedua korban sebelumnya mengendarai sepeda motor.

Mereka diduga terjatuh setelah menabrak trotoar di sekitar lokasi kejadian.

"Tapi di lokasi tidak ada yang melihat terjadinya aksi tawuran di situ. Namun, bahwasanya terjadi seperti penganiayaan, dugaannya seperti itu," katanya.

Menurut keterangan saksi, setelah korban terjatuh, sejumlah orang diduga menghampiri dan melakukan penyerangan.

"Korban ini terjatuh di sekitar selokan. Berarti kan ini ada indikasi mereka menabrak trotoar terlebih dahulu. Setelah itu ada pelaku yang menghampiri, terus kemudian korban meninggal dunia," tuturnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi belum menemukan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut. Namun, kendaraan milik korban telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Senjata tajam belum (ditemukan) di TKP. (Kendaraan korban) motornya sudah kita amankan, sudah ada," ucap dia.

Meski demikian, polisi masih mendalami motif di balik kejadian tersebut. Keempat terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.

"Untuk motifnya, masih kami pelajari," pungkasnya.