Prabowo: Hukum Itu untuk Semua, Bukan Cuma Buat Orang Kuat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Foto: Ahmad Subaidi/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto menegaskan sifat penegakan hukum yang harus berlaku bagi seluruh warga negara tanpa memandang status maupun kekuasaan. Menurutnya, hukum tidak boleh hanya berpihak kepada orang-orang yang kuat atau kaya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7).

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku kerap merasa geram menghadapi pelaku korupsi. Namun, ia menegaskan seluruh proses penindakan harus tetap berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Saya kadang-kadang bersyukur saya ini sudah pensiun. Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu rasanya itu... tapi harus sesuai prosedur hukum," kata Prabowo.

Ia memastikan pemerintah akan terus berkomitmen menegakkan hukum terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran.

"Ya kita laksanakan, kita... kita akan tegakkan hukum saudara-saudara," ujarnya.

Prabowo kemudian menekankan bahwa hukum harus diterapkan secara adil kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa pengecualian.

"Dan hukum itu untuk semua. Bukan untuk hanya orang kuat saja, bukan hanya hukum untuk orang kaya saja," tegasnya.