Pramono Anung: Modifikasi Cuaca Tak Selalu Berhasil Turunkan Hujan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam jumpa pers usai acara Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026, di Gereja HKBP Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam jumpa pers usai acara Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026, di Gereja HKBP Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sejumlah upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Pemprov DKI belum membuahkan hasil. Padahal, kondisi awan yang ada diperkirakan mendukung suksesnya OMC tersebut.

“OMC ataupun intervensi modifikasi cuaca ini terus terang enggak selalu berhasil. Kemarin hari Jumat diprediksi awannya itu cukup untuk bisa dibuatkan hujan buatan. Terus terang kami sudah melakukan penerbangan beberapa kali, enggak bisa,” kata Pramono usai menghadiri Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026 di Gedung Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).

Pramono menyebut sebenarnya ia juga berencana melakukan OMC lagi pada hari ini, namun karena kondisi awannya tidak cukup, maka belum bisa dilakukan.

“Bahkan hari ini sebenarnya ada rencana untuk kita menerbangkan kembali, tetapi sampai sekarang ini awannya juga belum cukup. Tetapi kalau kemudian memang awannya cukup, pasti akan kami terbangkan kembali,” ujarnya.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) hari ketiga oleh BPBD Jakarta bersama BMKG dan TNI AU untuk kurangi potensi banjir pada Minggu (18/1/2026). Foto: BPBD DKI Jakarta

Pramono kemudian menjelaskan, permasalahan polusi di Jakarta tidak hanya berasal dari Jakarta saja, melainkan dari daerah-daerah lain yang masih menggunakan pembangkit listrik dengan energi batubara. Ia menilai itu salah satu yang menjadi penyebab polusi di Jakarta.

Namun, ia tetap menegaskan akan tetap mengatasi permasalahan polusi tersebut.

“Walaupun sebenarnya seperti yang saya sampaikan kemarin, polusi di Jakarta tidak serta-merta karena Jakarta. Ada daerah pendukung, terutama beberapa daerah pendukung yang masih menggunakan pembangkit listriknya dari batubara, industrinya dari batubara. Itulah yang menyebabkan kemudian terjadi polusi yang ada di Jakarta,” jelas Pramono.

“Intinya adalah dalam kondisi seperti ini Pemerintah DKI Jakarta mencoba untuk mengurangi polusi yang ada di Jakarta,” imbuhnya.