Pramono Siapkan Lahan untuk Tambah 1.000 Siswa Sekolah Rakyat di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap menyiapkan lahan untuk mendukung penambahan sekitar 1.000 siswa Sekolah Rakyat di Jakarta.
Hal itu disampaikan Pramono saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Jumat (3/7).
Pramono mengatakan Pemprov DKI akan mendalami kebutuhan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berasrama yang dapat menampung tambahan 1.000 siswa.
“Dan langsung tadi saya dengan Pak Menteri Sosial bisik-bisik untuk kebutuhan Jakarta yang ingin menambah kurang lebih 1.000 siswa,” kata Pramono dalam sambutannya.
“Mari kita pikirkan untuk bagaimana Jakarta, kalau bisa di Jakarta Utara ataukah Jakarta Barat, kita siapkan memang boarding untuk 1.000 anak. Dan itu mungkin butuh lokasi kurang lebih 5 sampai 8 hektare. Nanti kita pikirkan, nanti kita rapatkan secara khusus untuk ini,” lanjutnya.
Menurut Pramono, Pemprov DKI akan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat karena sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Pram menilai program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu dapat menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk memutus rantai kemiskinan.
“Harapan Saudara-saudara untuk mengubah, saya selalu menyebut garis ketidakberuntungan dalam keluarga itu, bisa Saudara lakukan. Dan itu salah satunya adalah dari sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyambut baik komitmen Pemprov DKI untuk mendukung penambahan kapasitas Sekolah Rakyat di Jakarta.
Menurut Gus Ipul, Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya penambahan sekitar 1.000 siswa Sekolah Rakyat khusus di Jakarta. Berbeda dengan daerah lain yang rata-rata menerima 270 siswa per sekolah setiap tahun, Jakarta diproyeksikan memperoleh tambahan kapasitas lebih besar.
“Insyaallah tahun ini Presiden ingin bekerja sama dengan kita semua untuk khusus DKI Jakarta ada penambahan seribu siswa khusus DKI Jakarta,” kata Gus Ipul.
Ia mengatakan tambahan kuota tersebut akan diprioritaskan bagi anak-anak yang putus sekolah, belum pernah bersekolah, hingga anak-anak yang hidup di jalanan.
“Tapi khusus DKI ditambahin seribu siswa untuk SD, SMP, dan SMA. Diutamakan anak-anak yang di jalanan,” kata Gus Ipul.
“Alhamdulillah tadi sudah direspons oleh Pak Gubernur. Mudah-mudahan ini bisa terwujud. Kita tindak lanjuti besok dengan rapat tingkat Dirjen,” lanjutnya.
Gus Ipul menambahkan, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan yang mengintegrasikan pendidikan bagi anak dengan pemberdayaan orang tua.
“Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan dengan program strategis Bapak Presiden yang lain. Intinya, anaknya lulus, orang tuanya lebih mandiri, tidak bergantung pada bansos lagi,” kata Gus Ipul.
