Profil Wamenhan Baru yang Dilantik Prabowo: Richard Tampubolon & Yusuf Jauhari

Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10).
Sebelum dilantik menjadi Wamenhan, Richard menjabat sebagai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Sementara itu, Yusuf sebelumnya menjabat Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Keduanya memiliki latar belakang militer dengan pengalaman penugasan yang berbeda. Richard merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang mengawali kariernya di Korps Pasukan Khusus (Kopassus) dan pernah menduduki sejumlah jabatan komando strategis.
Adapun Yusuf merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kemhan, terutama dalam pengelolaan organisasi, data dan informasi, serta sarana dan logistik pertahanan.
Penunjukan Richard dan Yusuf menambah jajaran pimpinan di lingkungan Kemhan. Sebelumnya, jabatan Wamenhan diduduki Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto.
Profil Richard Tampubolon
Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon lahir di Jakarta pada 24 Mei 1969. Dia memiliki darah Batak dan dikenal dengan marga Tampubolon.
Richard memulai perjalanan militernya setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1992. Dia berasal dari kecabangan Infanteri dan mengawali penugasan di Kopassus, satuan elite TNI AD yang dikenal dengan sebutan Korps Baret Merah.
Sebagian besar perjalanan karier militernya berlangsung di lingkungan pasukan khusus. Selama bertugas, Richard menjalani berbagai penugasan operasi dan memperoleh sejumlah brevet militer. Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum dia dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD hingga Mabes TNI.
Dalam perjalanan kariernya, Richard terlibat dalam sejumlah operasi militer. Salah satunya adalah operasi di Timor-Timor pada 1998.
Selain menjalankan tugas operasional, Richard juga pernah dipercaya memimpin kontingen olahraga. Pada 2011, dia menjabat Komandan Subkontingen SEA Games XXXVI di Palembang.
Pengalaman operasinya berlanjut ketika Richard ditunjuk menjadi Kepala Operasi Nemangkawi I di Papua pada 2018. Dalam operasi tersebut, Richard bersama pasukannya disebut berhasil merebut markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan melumpuhkan sejumlah pimpinan militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB).
Penugasan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Richard dalam operasi militer sebelum dia menempati berbagai jabatan pimpinan di lingkungan TNI.
Setelah lulus Akmil pada 1992, Richard menempati berbagai posisi di lingkungan Kopassus. Dia pernah menjabat Perwira Pembantu Bidang Penyelidikan Intelijen Staf Intelijen Kopassus (Pabandya Lid Sintel Kopassus) dan Komandan Batalyon 11 Grup 1 Kopassus (Danyon 11/Grup 1/Kopassus).
Pada 2014-2015, Richard dipercaya menjadi Wakil Komandan Grup 2 Kopassus (Wadan Grup 2/Kopassus). Setahun berikutnya, dia menjabat Komandan Grup 3 Kopassus pada 2015.
Setelah menjalani berbagai penugasan di satuan pasukan khusus, Richard mulai mengemban jabatan di luar Kopassus. Pada 2016, dia dipercaya menjadi Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) VI/Mulawarman.
Pada periode 2016-2017, Richard kemudian menjabat Komandan Korem (Danrem) 023/Kawal Samudera.
Pada 2017, Richard kembali bertugas di lingkungan Kopassus sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus (Wadanjen Kopassus). Penugasan tersebut juga diikuti kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal (brigjen) TNI atau perwira tinggi bintang satu.
Karier Richard berlanjut ke sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD dan Mabes TNI. Pada 2018-2019, dia menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman.
Setelah itu, Richard dipercaya menjadi Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) I pada 2019-2020. Dalam perjalanan kariernya, dia kemudian memperoleh kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal (mayjen) TNI atau perwira tinggi bintang dua.
Pada 2020-2021, Richard ditugaskan sebagai Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopsus) TNI. Jabatan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tugas operasi khusus di lingkungan TNI.
Setelah itu, Richard dipercaya menjadi Panglima Kodam (Pangdam) XVI/Pattimura untuk periode 2021-2022.
Pada 2022, Richard ditunjuk sebagai Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat (Irjenad). Dia mengemban jabatan tersebut hingga 2023.
Jabatan berikutnya yang diemban Richard adalah Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III. Dia ditunjuk pada Juli 2023 untuk menggantikan Letjen TNI Agus Suhardi.
Pada Agustus 2024, Richard kembali mendapat penugasan di tingkat Mabes TNI. Dia diangkat menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI dengan pangkat letnan jenderal (letjen) TNI atau perwira tinggi bintang tiga.
Jabatan Kasum TNI menjadi posisi terakhir Richard sebelum dilantik Prabowo sebagai Wamenhan pada Kamis (15/10). Dengan pengalaman di satuan pasukan khusus, operasi militer, komando kewilayahan, hingga jabatan staf di tingkat pusat, Richard kini mendapat tugas baru di jajaran pimpinan Kemhan.
Profil Yusuf Jauhari
Marsdya TNI Yusuf Jauhari merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1990. Sebelum ditunjuk menjadi Wamenhan, dia menjabat Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan sejak 6 Agustus 2025.
Sebelum memimpin Badan Logistik Pertahanan, Yusuf menjabat Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan pada 2020-2025.
Berbeda dengan Richard yang memiliki pengalaman panjang di satuan pasukan khusus dan jabatan komando TNI AD, perjalanan karier Yusuf banyak diwarnai penugasan di lingkungan Kemhan. Dia pernah menangani urusan administrasi kementerian, pengelolaan data dan informasi, serta sarana pertahanan sebelum dipercaya memimpin badan yang menangani logistik pertahanan.
Setelah menempuh pendidikan militer di AAU dan lulus pada 1990, Yusuf melanjutkan kariernya di TNI AU. Dalam perjalanan dinasnya, dia kemudian mendapat sejumlah penugasan di lingkungan Kemhan.
Pada 2016-2017, Yusuf menjabat Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Kemhan (Kabag Rumga Setjen Kemhan). Jabatan tersebut menjadi salah satu penugasan awal yang tercatat dalam perjalanan kariernya di lingkungan kementerian.
Selanjutnya, pada 2017-2019, Yusuf dipercaya menjadi Kepala Pusat Data dan Informasi Kemhan (Kapusdatin Kemhan).
Dalam posisi tersebut, Yusuf berada di bidang pengelolaan data dan informasi yang mendukung kebutuhan organisasi kementerian. Penugasan itu menjadi bagian dari pengalaman birokrasi yang dia peroleh sebelum beralih ke jabatan lain di lingkungan Kemhan.
Pada 2019-2020, Yusuf menjabat Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan (Karoum Setjen Kemhan). Posisi tersebut memperluas pengalaman Yusuf dalam pengelolaan administrasi dan organisasi kementerian.
Rangkaian jabatan tersebut menunjukkan bahwa perjalanan karier Yusuf tidak hanya berkaitan dengan latar belakangnya sebagai perwira TNI AU, tetapi juga mencakup sejumlah penugasan di bidang administrasi dan tata kelola pertahanan.
Karier Yusuf berlanjut ke bidang sarana pertahanan ketika dia dipercaya menjabat Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan pada 2020.
Dia mengemban jabatan tersebut hingga 2025. Badan Sarana Pertahanan merupakan bagian dari struktur Kemhan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sarana pertahanan untuk mendukung penyelenggaraan pertahanan negara.
Setelah sekitar lima tahun menjabat Kabaranahan, Yusuf kemudian ditunjuk sebagai Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan pada 6 Agustus 2025.
Peralihan jabatan tersebut menempatkannya pada bidang pengelolaan logistik pertahanan. Bidang ini berkaitan dengan dukungan kebutuhan logistik untuk menunjang penyelenggaraan pertahanan negara.
Penunjukan Yusuf sebagai Wamenhan menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan pertahanan. Sebelum mendapat jabatan tersebut, dia telah mengemban sejumlah posisi yang berkaitan dengan pengelolaan organisasi dan dukungan kebutuhan pertahanan.
Riwayat jabatannya di Kemhan meliputi Kepala Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2016-2017, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemhan pada 2017-2019, Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2019-2020, Kepala Badan Sarana Pertahanan pada 2020-2025, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan sejak Agustus 2025.
