Saudi Disebut Lancarkan 40 Serangan Udara ke Yaman dalam Sehari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ledakan amunisi. Foto: Hussain Warraich/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ledakan amunisi. Foto: Hussain Warraich/Shutterstock

Kelompok Houthi menyebut pesawat tempur Arab Saudi melancarkan 40 serangan udara ke sejumlah wilayah di Yaman dalam 24 jam terakhir. Serangan tersebut disebut menyasar tiga provinsi di wilayah barat Yaman.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan 40 serangan itu dilakukan menggunakan jet tempur F-15 yang disebut lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, Arab Saudi.

“Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan menggunakan pesawat F-15 yang lepas landas dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, menargetkan provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah selama 24 jam terakhir,” kata Saree dalam pernyataan di media sosial, Rabu (16/9), dilansir AFP.

Klaim tersebut muncul di tengah kembali memanasnya konflik antara Houthi dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.

Sebuah jet tempur F-15K Angkatan Udara Korea Selatan mengikuti latihan pengeboman bersama, di Korea Selatan, Selasa (4/10/2022). Foto: Kementerian Pertahanan Korea Selatan/Yonhap via REUTERS

AFP mencatat, Houthi dalam sepekan terakhir memperluas penguasaannya hingga seluruh garis pantai Yaman di Laut Merah serta kawasan strategis Selat Bab al-Mandab.

Penguasaan wilayah tersebut membuat Bab al-Mandab semakin penting bagi Arab Saudi karena jalur tersebut menjadi salah satu akses utama ekspor minyak Saudi. Kondisi itu terjadi ketika perang yang lebih luas di Timur Tengah turut menghambat pelayaran melalui Selat Hormuz.

Sebelumnya, Houthi juga mengeklaim melancarkan serangan menggunakan puluhan rudal dan drone ke fasilitas militer Arab Saudi. Pada Senin (14/9), kelompok tersebut menyebut Saudi membalas dengan 54 serangan udara dalam 24 jam. Klaim mengenai jumlah serangan itu juga dilaporkan AFP.

Ketegangan meningkat setelah Arab Saudi pada Rabu menuduh Houthi melancarkan serangan drone yang mengarah ke Makkah. Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai kebohongan.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam dugaan serangan tersebut dan menegaskan hak Riyadh untuk menjaga keamanan dua kota suci, para jemaah, serta seluruh wilayah Saudi. Sementara itu, anggota biro politik Houthi Hazem al-Assad membantah tuduhan tersebut.