Sebelum Gempa Pagi Ini, NTT Pernah Dihantam Gempa Mematikan 34 Tahun Lalu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah warga yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: SELO / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Rumah warga yang rusak parah usai gempa 7,7 magnitudo di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: SELO / AFP

Gempa Bumi berkekuatan 7.7 Magnitudo mengguncang NTT, pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB. Gempa ini mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik, seperti di Pelabuhan El Say, Maumere, Kabupaten Sikka dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, dan seorang luka-luka.

Sebelum ini, NTT pernah dihantam gempa besar Pada 12 Desember 1992. Saat itu, gempa berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di laut Flores mengakibatkan dampak mematikan di sekitar kawasan.

"Pada 12 Desember 1992 gempa bumi berkekuatan 7,8 Magnitudo yang berpusat di Laut Flores pernah terjadi dan memicu gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 25 meter di beberapa titik," kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat dihubungi, Sabtu (15/8).

Tim penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang rusak parah di Pelabuhan L. Say usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Basarnas/HO/Antara

Akibatnya, sejumlah wilayah seperti wilayah pesisir utara Flores, termasuk Kota Maumere, Kabupaten Sikka terdampak parah.

"Begitu juga dengan Pulau Babi yang berada di sekitarnya," kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, ini adalah salah satu catatan gempa paling mengerikan di Indonesia.

"2.500 korban meninggal dunia dan 2.103 orang mengalami luka-luka. Kerusakan Infrastruktur, menghancurkan ribuan rumah warga di sepanjang pesisir, melumpuhkan fasilitas umum, memutus akses jalan dan jembatan, serta merusak sarana pendidikan, peribadatan, dan kesehatan," kata Suharyanto.

Puing-puing bangunan usai gempa 7,7 magnitudo di Desa Golo Lewe, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Paula Venia/REUTERS

BMKG mencatat gempa kali ini terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Sebanyak 10 wilayah terdeteksi tsunami, di antaranya adalah Labuan Bajo, Kolaka, dan Sikka. Dua orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya mengalami luka.

Sejumlah bangunan dan gedung juga mengalami kerusakan akibat gempa ini, namun jumlah fasilitas publik dan rumah warga yang terdampak masih didata.