Seberapa Kuat Militer Arab Saudi Untuk Hadapi Houthi?

Kerajaan Arab Saudi tengah menghadapi tantangan nyata dari kelompok Houthi di Yaman. Beberapa kali negara ini menerima serangan dari Houthi, termasuk sejumlah serangan di bandara, seperti di King Khalid Riyadh yang menewaskan 12 orang.
Serangan di bandara ini akhirnya menimbulkan pertanyaan, seberapa kuat pertahanan udara Saudi, sehingga mereka bisa 'kecolongan'.
Dirangkum dari berbagai sumber, seperti lembaga riset SIPRI yang mendata kekuatan serta anggaran militer negara-negara dunia, Saudi sebenarnya bukan negara yang lemah. Saudi bahkan bisa dibilang sebagai negara dengan anggaran terbesar di kawasan.
Data SIPRI mencatat, anggara mereka pada 2025 mencapai USD 83,2 miliar. Naik 1,4% dari 2024, dan menjadi negara dengan anggaran militer terbesar ke delapan di dunia.
Sementara data dari Otoritas Umum untuk Industri Militer Saudi (GAMI) mencatat, Saudi menggelontorkan USD 78 miliar, atau 21% dari belanja pemerintah dan 7,1% dari PDB.
Lalu, mereka punya target belanja militer sebesar 50% pada 2030.
Belanja Senjata
Dengan anggaran tersebut, Saudi telah menganggarkan belanja senjata pada tahun ini. Berikut rinciannya:
30 Januari 2026: persetujuan 730 rudal PAC-3 MSE senilai sekitar US$ 9 miliar.
3 Februari 2026: paket dukungan armada F-15 senilai sekitar US$ 3 miliar.
Persetujuan lain senilai US$5,75 miliar, yakni kit JDAM-ER (bom) senilai US$ 5 miliar dan 60 mesin tank AGT-1500 US$ 750 juta.
Pada Juli 2025, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi meresmikan unit Sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Fase Terminal (THAAD) pertama mereka. Sistem ini dilengkapi dengan radar, yang pada perang Iran awal Maret lalu, rusak akibat serangan di Pangkalan Udara Prince Sultan. Rudal ini dibeli dari AS, dengan nilai kontrak US$ 15 miliar.
Kekuatan Militer Arab Saudi
Dengan jumlah anggaran yang besar, Saudi bisa disebut sebagai negara paling kuat di kawasan. Mereka punya angkatan perang dengan sekitar 257.000 personel militer aktif, termasuk anggota Garda Nasional Saudi. Angka tersebut dibagi menjadi 5 angkatan perang yakni: Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Pertahanan Udara, Pasukan Rudal Strategis, serta Garda Nasional.
Angkatan Darat Kerajaan Saudi diperkirakan memiliki 75.000 personel. Sementara itu, Angkatan Laut Kerajaan Saudi memiliki sekitar 13.500 personel dan Angkatan Udara Kerajaan Saudi sekitar 20.000 personel.
Angkatan Pertahanan Udara diperkirakan diperkuat 16.000 personel. Adapun Pasukan Rudal Strategis memiliki sekitar 2.500 personel.
Di luar komponen tersebut, Garda Nasional Saudi diperkirakan memiliki sekitar 130.000 personel. Jika seluruh komponen itu dijumlahkan, total kekuatan personel militer aktif Arab Saudi mencapai sekitar 257.000 orang.
Angkatan Darat
Tank: 1.085 tank, terdiri dari 575 M1A2S Abrams, 370 M60A3, 140 AMX-30 (sebagai cadangan)
Kendaraan tempur infanteri/IFV: 380 M2 Bradley, 380 AMX-10P (sebagian besar disimpan), sejumlah VAB 100
Kendaraan angkut lapis baja/APC: 1.190 M113, 150 Panhard M3, 300 Pengintai Panhard AML
Artileri swagerak 380, artileri tarik 557, peluncur roket ganda 327
Helikopter: UH-60L 100, CH-47F 48, AH-64D Apache 47, OH-58D 15 (sebagian masih dipesan)
Drone: Wing Loong 300, Saqr 230+
Angkatan Udara
Pesawat tempur: 72 Eurofighter Typhoon, 81 Tornado IDS, 211 F-15C/D-F-15SR/SA, F-35A (48 dalam pemesanan)
Peringatan dini: 6 E-3 AWACS, 2 Saab 2000
Tanker: 7 KE-3A, 7 KC-130H,6 A330 MRTT (4 dipesan),2 KC-130J
Angkut: 33 C-130H, 17 Super King Air 350
Helikopter: 22 Bell 212, 15 AS332, 14 Bell 412, 2 UH-60L
Latih: 81 BAE Hawk, 55 PC-21, 25 SR22, 20 MFI-17
Drone: ada skuadron Wing Loong, CH-4B, Akinci, dan lainnya
Angkatan Laut
7 Fregat: 3 kelas Al Riyadh, 4 kelas Al Madinah
9 Korvet: 5 kelas Avante, 4 kelas Badr. (Tiga Avante 2200 tambahan dipesan pada 2024).
39 Kapal Patroli
3 kapal pemburu ranjau 3, kapal pendukung 2, kapal pesiar kerajaan 2
Helikopter: AS565 Dauphin 26, AS332 Super Puma 20, MH-60R 10
Marinir: 2 brigade (masing-masing 1.500 personel) dengan sekitar 500 kendaraan lapis baja
Angkatan Pertahanan Udara
Rudal THAAD (AS): 7 baterai, 44 peluncur, 360 rudal pencegat, 16 stasiun kendali, 7 radar AN/TPY-2
Rudal THAAD: unit pertama beroperasi Juli 2025, target tujuh baterai pada 2028
Rudal antiserangan udara Patriot PAC-2 GEM-T dan PAC-3 (AS) dengan jumlah yang dirahasiakan
Artileri antipesawat Oerlikon Skyguard 35 mm
Radar: 17 radar tipe AN/FPS-117, 6 radar tipe 17AN/TPS-43
Pasukan Rudal Strategis
30+ rudal balistik DF-3 dengan jangkauan sekitar 4.000 km
Rudal DF-21 dengan jumlah yang tak diketahui, dan dibeli sekitar 2007
