Sebuah Kapal Kargo Terkena Serangan di Laut Merah: 1 WNI dan 2 WN Pakistan Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kapal kargo. Foto: REUTERS/Yuri Maltsev
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kapal kargo. Foto: REUTERS/Yuri Maltsev

Sebuah kapal kargo berukuran kecil, MV Tihamah, terkena serangan proyektil saat melintasi selat Bab el-Mandeb, Laut Merah, Selasa (11/8). Dilansir Reuters, jatuh korban akibat serangan ini.

Ada seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dan 2 orang Warga Negara Pakistan. Meski belum ada konfirmasi, namun kelompok Houthi diduga kuat menjadi penyebab serangan ini.

Usai serangan itu, para kru kapal kehilangan kendali dan kapal itu didekati oleh para penjaga pantai Yaman.

Meski begitu, Houthi belum memberi tanggapan terkait peristiwa ini.

Sementara itu, dari data badan Operasi Perdagangan Laut Inggris (UKMTO) dan organisasi keamanan maritim Inggris Ambrey, kapal ini terkena hantaman sebuah proyektil. Padahal pada saat itu, kapal tengah berlabuh di Timur Laut Kepulauan Perim, Yaman.

Houthi menjadi pihak yang tertuduh, sebab mereka tengah memblokade Laut Merah untuk memukul rantai pasok minyak mentah dari Arab Saudi. Terlebih, setelah Selat Hormuz masih belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Kemlu Pantau Situasi WNI yang Jadi Korban

Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Muscat telah memantau perkembangan dari insiden ini. Sejauh ini, mereka mencatat ada 3 WNI yang jadi korban.

Seorang kena luka ringan, tak perlu perawatan rumah sakit, seorang luka dan telah mendapat perawatan rumah sakit. Sementara untuk WNI yang dikabarkan tewas, Kemlu masih memverifikasi kebenarannya.

"Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, lewat keterangannya, Selasa (11/8).

"Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan," tutupnya.