Sempat Ricuh, Demo di Sentani Papua Telah Kondusif: Ada 10 Polisi Terluka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aparat Polresta Jayapura Kota dan  Brimob Polda Papua membubarkan massa demo di Perumnas III, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aparat Polresta Jayapura Kota dan Brimob Polda Papua membubarkan massa demo di Perumnas III, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kerusuhan terjadi di Sentani, Jayapura, pada Sabtu (15/8). Sekelompok massa yang berdemonstrasi menyerang kepolisian yang berjaga di jalan protokol Sentani-Jayapura.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menjelaskan, pemberitahuan aksi telah diterima. Lalu, Polda Papua menyiapkan personel untuk pengamanan.

Namun, massa yang datang dari KNPB memblokade jalan, dan coba didorong mundur oleh kepolisian.

Aparat Polresta Jayapura Kota dan Brimob Polda Papua membubarkan massa demo di Perumnas III, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Mereka memblokade jalan, jalan protokol. Untuk menjaga ketertiban, didorong mundur ke dalam, karena kan ada masyarakat yang menggunakan jalan," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, saat dihubungi.

Saat upaya pengamanan itu dilakukan, massa justru melempari batu polisi.

Aparat Polresta Jayapura Kota dan Brimob Polda Papua membubarkan massa demo di Perumnas III, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (15/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

"Karena dilempari batu, maka dibubarkan pakai water cannon dan gas air mata," ucap Cahyo.

Akibatnya, ada 10 personel polisi yang mengalami luka-luka. Namun, beberapa di antaranya sudah pulang.

"Ada 4-5 yang sudah pulang, sisanya masih dirawat," ucap Cahyo.

Sementara itu, saat ini situasi telah kondusif.

"Sudah, sudah selesai, tadi sempat diterima pula oleh Komisi I DPR provinsi," kata Cahyo.