Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Demo Sekolah, Buntut Video Viral Dua Guru

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Rabu (5/8). Mereka menyampaikan tuntutan agar dua guru mereka tak dilibatkan lagi dalam pembelajaran di sekolah.
Sebab, kedua guru itu viral di media sosial dengan narasi dugaan perselingkuhan.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.20 WIB itu diikuti sekitar 700 siswa. Mereka didampingi Komite Sekolah dan menyampaikan aspirasi kepada pihak sekolah agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan mengatakan pihak kepolisian turun ke lokasi untuk memberikan imbauan agar aksi tetap berlangsung tertib dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
"Kami mengimbau para siswa agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah," kata Edi Marwan, lewat keterangannya, Rabu (5/8).
Ia juga meminta para siswa tetap tenang karena persoalan tersebut mereka masih dalam proses pendalaman oleh pihak sekolah bersama Komite Sekolah.
"Permasalahan ini masih dalam proses pendalaman. Biarkan pihak sekolah dan komite melakukan pendalaman terkait benar atau tidaknya kejadian tersebut," ujarnya.
Selain itu, Edi juga mengingatkan para siswa untuk menjaga fasilitas sekolah selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Lalu, sekitar pukul 10.00 WIB, pihak sekolah menggelar pertemuan di aula yang dihadiri Kepala SMKN 1 Mempawah Hilir, Komite Sekolah, serta perwakilan siswa.
Dalam pertemuan tersebut, para siswa menyampaikan pernyataan yang berisi permintaan agar dua guru, yakni Usmadi, selaku guru Pendidikan Agama Islam dan Sri Novi Riani selaku guru Pendidikan Pancasila, tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. Mereka juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan guru pengganti.
Komite Sekolah meminta seluruh siswa tetap tenang dan kembali mengikuti proses pembelajaran sembari menunggu tindak lanjut dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat terhadap tuntutan tersebut.
Usai pertemuan, kedua guru tersebut dievakuasi dari sekolah dengan pengawalan personel Polres Mempawah dan Polsek Mempawah Hilir. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.20 WIB dalam keadaan kondusif, dan seluruh siswa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
