Suasana Kediaman Bupati Langkat Syah Afandin di Medan

Rumah kediaman Bupati Langkat, Syah Afandin, yang terletak di Jalan Setia Jadi, Kota Medan, sepi sehari setelah ia ditangkap personel KPK, pada Kamis (2/7) lalu.
Rumah Syah ini bercat biru langit. Terdapat pagar setinggi nyaris 2 meter di depan. Dari sela-sela pagar itu, nampak rumah Syah. Ada sejumlah mobil, serta motor.
Pada bagian rumahnya, semua jendela tertutup.
Salah seorang pria yang keluar masuk dari rumah itu mengatakan bahwa Syah Afandin tidak berada di rumah sejak kemarin.
"Bapak enggak ada di rumah," katanya saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan bahwa Syah Afandin tidak mengetahui keberadaannya sejak kemarin.
"Iya (dari semalam)," ucapnya.
Namun, ia tidak merinci lebih jauh tentang apa yang terjadi kemarin di kediaman Syah Afandin.
Sementara itu, Suriani (Nama Samaran), tetangganya Syah Afandin mengatakan hal yang sama bahwa Syah Afandin tidak mengetahui keberadaannya sejak hari Kamis kemarin.
Suriani menuturkan, dalam kesehariannya, Syah Afandin selalu pergi ke masjid untuk salat subuh. Namun, pada hari ini tak nampak batang hidungnya.
"Memang di sini rumahnya (Bupati Langkat). Tinggal sama istri dan anaknya. Semalam enggak ada, subuh ini enggak ada," ujar Suriani.
Suriani mengatakan, Syah Afandin memiliki hubungan baik antar tetangga. Syah Afandin selalu menyapa warga sekitar dan menjadi pengurus masjid. Tak hanya itu, kata Suriani, Bupati Langkat itu sering juga memberikan sembako ke warga sekitar.
"Akrab, baik, pengurus masjid. Iya (ngasih bantuan). Sebelum dia jadi bupati pun sudah sering beri sembako. Kadang suami saya yang bagikan ke warga bantuannya," ucap Suriani.
Suriani pun tak menyangka bahwa Bupati Langkat itu telah ditangkap KPK. Ia mengetahuinya setelah membaca berita.
"Kaget juga. Enggak nyangka. Sudah tahu informasinya (ditangkap), tapi belum tahu ini betul atau enggak," imbuh Suriani.
Namun, Suriani mengatakan dirinya tidak mengetahui pihak KPK datang untuk menangkap Bupati Langkat itu.
"Enggak ada lihat ramai-ramai, biasa aja," imbuh Suriani.
Sebelumnya diberitakan, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
"Benar," kata Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, saat dikonfirmasi, Jumat (3/7).
