Titiek Puji Agus Andrianto: Kalau Kabinet Diisi Pak Agus, Presiden Tidur Tenang

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto memuji Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto atas inovasinya di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Titiek mengibaratkan, Presiden Prabowo Subianto bisa tidur tenang jika ada orang-orang seperti Agus di kabinetnya.
“Kalau saja di kabinet isinya orang-orang seperti Pak Agus ini mungkin Pak Presiden bisa tidur tenang,” ucap Titiek usai melakukan kunjungan berbagai budidaya di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6).
Titiek mengaku terkesan atas berbagai budidaya di Pulau Nusakambangan. Hal itu karena Pulau Nusakambangan dapat membuat budidaya yang mendukung program ketahanan pangan negara.
“Kami diundang Pak Menteri melihat sendiri bagaimana lahan tidur yang ada di sini disulap oleh Pak Agus ini dengan jajarannya menjadi lahan-lahan produktif. Ada padi ya, beras, terus anggur juga, kemudian udang, dan yang terakhir kita lihat sidat-sidat nih luar biasa, ayam juga menghasilkan telur begitu banyak gitu,” jelasnya.
Titiek juga mengaku sebelumnya menilai Pulau Nusakambangan seperti halnya Pulau Alcatraz di Teluk San Fransisco, Amerika Serikat (AS). Namun penilaian itu pun berubah. Pulau itu memang didedikasikan sebagai penjara level maksimum oleh AS.
“Pak Menteri ini kreatif sekali dari Nusakambangan yang kita dengar selalu serem, kita bayangannya Alcatraz, ternyata setelah ke sini so friendly dan bisa menghasilkan begitu banyak produk-produk yang bermanfaat untuk kita semuanya,” tutur Titiek.
Selain itu, Titiek pun terkesan dengan infrastruktur yang kini terbangun di Pulau Nusakambangan, khususnya jalan aspal yang menyusuri pulau. Katanya, Nusakambangan terasa maju sekali.
“Dulu saya sering ke sini terus lihat kayak gini sekarang, wow sudah maju sekali. Jalan-jalan bayangin, di Nusakambangan ada jalan kayak jalan provinsi gitu ya, bagus sekali,” kesannya.
Kemudian, ia menggarisbawahi keterlibatan narapidana dalam berbagai budidaya di Pulau Nusakambangan. Menurutnya, keterlibatan ini membekali keterampilan bagi para narapidana.
“Dan yang lebih penting lagi, ini melibatkan warga binaan mereka. Jadi sebelum mereka dilepas, asimilasi gitu, mereka sudah dibekali ilmu agar kalau nanti mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah punya keterampilan khusus gitu ya,” tutur Titiek.
Titiek juga menyoroti pemberian premi bagi para narapidana yang terlibat budidaya. Kata Titiek, hal tersebut luar biasa karena dapat ditabung untuk menyambut kebebasan bagi para narapidana.
“Kemudian dapat insentif, dapat uang premi setiap hari ada dapet uang untuk mereka kerja itu, dan itu uangnya ditabung. Nih kalau misalnya dia keluar bisa bekal untuk mereka gitu. Itu yang luar biasa di sini,” ujarnya.
Dengan demikian, Titiek pun berujar bahwa inovasi yang dilakukan Kementerian Imipas dapat menjadi cambuk bagi kementerian lain. Hal tersebut merupakan harapan agar hal serupa dapat terjadi di kementerian lain.
“Jadi cambuk juga buat kementerian yang terkait dengan ketahanan pangan supaya lebih giat lagi untuk kita mencapai apa yang diinginkan oleh Bapak Presiden dan kita semuanya,” ujar Titiek.
“Kalau orangnya, pejabatnya males, ya cukup begitu duduk gitu-gitu aja, ya nggak terjadilah ini yang kayak begini ini,” tandasnya.
