TNI AL Evakuasi 3 Nelayan yang Kapalnya Tenggelam Usai Tabrakan dengan Kapal Taiwan di Selat Malaka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi tabrakan kapal nelayan tradisional dan Kapal Ikan Tuna Taiwan, Ching Kuo Ya Fa Hao, di Selat Malaka, Rabu (28/10).  Foto: Kodaeral 1
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi tabrakan kapal nelayan tradisional dan Kapal Ikan Tuna Taiwan, Ching Kuo Ya Fa Hao, di Selat Malaka, Rabu (28/10). Foto: Kodaeral 1

Tiga anak buah kapal (ABK) nelayan tradisional KM El Rayyan berhasil diselamatkan setelah kapal mereka tenggelam usai bertabrakan dengan kapal ikan tuna berbendera Taiwan, Ching Kuo Yu Fa Hao, di perairan Selat Malaka, Rabu (28/10).

Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Pos TNI AL (Posal) Pantai Labu berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menangani kejadian tersebut dan mendukung proses evakuasi para nelayan.

3 nelayan tradisional yang kapalnya tenggelam usai tabrakan dengan kapal ikan Taiwan, Rabu (29/10/2026). Foto: Kodaeral 1

Berdasarkan informasi awal, KM El Rayyan bertolak melaut pada Sabtu (24/10) untuk mencari ikan. Pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin hingga terombang-ambing di laut.

"Sekitar pukul 03.00 WIB, kapal tersebut dilaporkan bertabrakan dengan kapal ikan tuna bernama Ching Kuo Yu Fa Hao hingga tenggelam di sekitar perairan perbatasan Indonesia–Malaysia, dekat Pulau Dato/Pulau Jarak. Kondisi hujan deras, kerusakan mesin, dan tidak adanya penerangan di kapal nelayan diduga menjadi faktor yang menyebabkan kapal sulit terlihat," kata Kepala Dinas Penerangan Kodaeral 1, Kolonel Wahyu Kurniawan, lewat keterangannya, Kamis (29/10).

Hujan deras, kerusakan mesin, dan tidak adanya penerangan di kapal nelayan diduga menjadi faktor yang menyebabkan KM El Rayyan sulit terlihat.

Kapal Ikan Tuna Taiwan, Ching Kuo Ya Fa Hao, yang bertabrakan dengan kapal nelayan tradisional di Selat Malaka, Rabu (28/10). Foto: Kodaeral 1

Laporan kejadian diterima Bintara Jaga Posal Pantai Labu, Serda Bah Agus Wibawanto, pada pukul 08.30 WIB dari pemilik kapal, Antoni. Sebelumnya, salah seorang ABK bernama Siid telah menyampaikan informasi kecelakaan kepada pemilik kapal melalui sambungan telepon sekitar pukul 06.30 WIB.

"Setelah tabrakan, tiga ABK KM El Rayyan berhasil diselamatkan oleh awak kapal ikan tuna tersebut," ucap Wahyu.

Personel TNI AL dari Kodaeral 1 mengevakuasi 3 nelayan tradisional yang kapalnya tenggelam usai tabrakan dengan kapal ikan Taiwan, Rabu (29/10/2026). Foto: Kodaeral 1

Menindaklanjuti laporan itu, Posal Pantai Labu melaporkan kejadian kepada komando atas dan berkoordinasi dengan Basarnas Belawan, Basarnas Kabupaten Deli Serdang, nakhoda KM El Rayyan, serta perwakilan awak kapal Ching Kuo Yu Fa Hao.

Kodaeral I juga mengoordinasikan kesiapan unsur terdekat dalam Operasi Garuda Jaya 26, yakni KAL Viper, untuk mendukung proses evakuasi sesuai perkembangan situasi dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.