TNI Resmikan Kampung Damai dan Jembatan Garuda di Hitadipa, Papua Tengah

TNI mendeklarasikan Kampung Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (17/8). Mereka hadir sekaligus memperingati HUT 81 Republik Indonesia.
Pasukan yang hadir berasal dari unsur Koops TNI Habema, dan menjadi simbol bahwa negara hadir sampai ke pelosok negeri.
Tujuannya, TNI Ingin membuat Kampung Hitadipa Damai sebagai wilayah yang bebas dari konflik, lalu menghadirkan pula kondisi kehidupan yang aman, normal, bermartabat, dan sejahtera.
"Dalam kondisi tersebut, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut, adat dan budaya tetap terjaga, pelayanan dasar dapat berlangsung, perekonomian lokal berkembang, serta kepercayaan antara masyarakat dan negara semakin kuat," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel TNI, Wirya Arthadiguna, Senin.
Dalam kerangka Papua Jalan Damai, TNI ingin menghadirkan bahwa lewat Kampung Hitadipa Damai gambaran bahwa perdamaian harus tumbuh dari tingkat yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Kampung menjadi ruang bertemunya aspek keamanan, kesejahteraan, adat, pelayanan negara, dan kepercayaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Deklarasi, Peresmian, dan penandatangan Komitmen Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai. Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan dalam membangun lingkungan yang aman, harmonis, serta penuh harapan.
Resmikan Pula Jembatan Garuda untuk Buka Konektivitas
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Jembatan Garuda yang menjadi simbol terbukanya akses dan konektivitas bagi masyarakat. Jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih baik menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat.
Pada kesempatan itu, digelar pula pelaksanaan bakar batu, tradisi khas Papua yang menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya setempat. Melalui tradisi tersebut, hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat semakin dekat. Komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan pun terus dibangun sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan perdamaian.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan, Koops TNI Habema juga melaksanakan kegiatan memborong hasil tani masyarakat Hitadipa. Langkah tersebut menjadi wujud nyata bahwa perdamaian harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dukungan terhadap hasil pertanian lokal diharapkan dapat mendorong produktivitas, menggerakkan perekonomian, dan memperkuat kemandirian masyarakat di tingkat kampung.
Sementara itu, Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Papua Damai merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara yang dekat dengan masyarakat melalui pendekatan keamanan, kemanusiaan, dan kesejahteraan.
Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menciptakan kondisi yang aman, tetapi juga membantu membuka ruang agar kehidupan masyarakat dapat kembali tumbuh dan berkembang.
“Kampung Papua Damai adalah wujud nyata bahwa kedamaian harus dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat dapat berkebun dengan tenang, anak-anak dapat belajar, pelayanan kesehatan berjalan, adat tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat berkembang, di situlah makna kehadiran negara benar-benar dirasakan," tuturnya.
Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, juga menegaskan bahwa keberhasilan membangun perdamaian di Papua membutuhkan kebersamaan seluruh elemen. Masyarakat merupakan bagian utama dalam menjaga dan mempertahankan keberlanjutan kedamaian tersebut.
“TNI hadir bersama masyarakat, bukan menggantikan masyarakat. Dengan sinergi antara adat, gereja, pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan, kita bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Stefie.
Selain itu, Kepala Distrik Hitadipa, Soleman Bilambani Sloiman, mewakili seluruh masyarakat Distrik Hitadipa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian, kepedulian, bantuan, dan pengabdian yang telah diberikan kepada masyarakat Hitadipa. Menurutnya, berbagai bentuk dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih aman, sejahtera, dan penuh harapan.
