Tongkang Muat Batu Bara Dikandaskan di Pantai Sukaresik, Pintu Kapal Rusak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Tongkang bermuatan batu bara yang sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Dok. Polres Pangandaran
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Tongkang bermuatan batu bara yang sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Dok. Polres Pangandaran

Sebuah tongkang bermuatan batu bara yang ditarik Kapal Tugboat Titan 33 sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Selasa (17/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Hal ini sebagai langkah darurat untuk mengantisipasi risiko yang lebih besar terhadap keselamatan pelayaran.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, tongkang yang berlayar dari Palembang menuju Cilacap tersebut mengalami kerusakan pada bagian pintu lambung kanan.

Sehingga menyebabkan air laut masuk ke dalam badan tongkang. Kondisi tersebut mengakibatkan tongkang menjadi miring dan tidak stabil.

Kapten Tugboat Titan 33, Bahtiar, bersama awak kapal kemudian melakukan berbagai pertimbangan keselamatan.

Tim gabungan saat meninjau lokasi Kapal Tongkang bermuatan batu bara yang sengaja didamparkan di kawasan Pantai Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Dok. Polres Pangandaran

"Seiring kondisi tongkang yang semakin berisiko serta persediaan bahan bakar yang mulai menipis, diputuskan untuk melakukan pendamparan secara terkendali di kawasan Pantai Sukaresik pada Selasa (16/6) pukul 15.00 WIB," kata Anang lewat keterangannya, Kamis (18/6).

Ia menyampaikan, tongkang tersebut diketahui mengangkut sekitar 80.000 Pon batubara dengan dokumen pelayaran dan muatan yang lengkap serta legal.

Menurut keterangan Kapten Bahtiar, langkah pendamparan dilakukan untuk menghindari kemungkinan tongkang tenggelam di tengah laut maupun terjadinya tumpahan muatan yang berpotensi mencemari perairan Pangandaran.

Anang mengatakan, pemilihan lokasi pendamparan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat.

Pantauan udara kapal batu bara yang kandas di Cilacap. Foto: Dok. Istimewa

"Pantai Sukaresik dipilih karena merupakan area yang relatif steril, tidak terdapat aktivitas wisatawan yang berenang maupun nelayan yang sedang mencari ikan, sehingga proses pendamparan dapat dilakukan dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat," ucapnya.

Anang mengatakan bahwa saat ini Polres Pangandaran melalui Sat Polairud terus melakukan pengamanan dan pengawasan di sekitar lokasi tongkang untuk mengantisipasi potensi tindak pidana, khususnya pencurian atau penjarahan muatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, kepolisian juga berkoordinasi dengan kapten kapal, agen pelayaran, perusahaan terkait, serta masyarakat setempat untuk menjaga status quo lokasi kejadian sambil menunggu proses evakuasi. Sebanyak 10 awak kapal, termasuk kapten kapal, dilaporkan berada dalam kondisi selamat.

"Hingga saat ini situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Upaya evakuasi masih terus dipersiapkan dengan melibatkan pihak-pihak terkait guna memastikan keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan laut," kata dia.