Usai Ricuh di Hari Damai Aceh, TNI AD Akan Dukung Tugas Polri Tegakkan Hukum

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan tak ada penambahan pasukan TNI di Aceh, usai Hari Damai Aceh pada Sabtu (15/8) berujung ricuh. Fokus mereka, membantu kerja-kerja pengamanan dari polisi di wilayah tersebut.
"Ya, kami mendukung kepolisian untuk bisa menegakkan hukum, gitu," ucap Maruli, di Istana Merdeka, usai Upacara Pengibaran Bendera, Senin (17/8).
Maruli menyebut, situasi di Aceh kini telah teratasi. Namun, atas peristiwa yang terjadi, ia menegaskan bahwa keputusan harus diambil berdasarkan koridor hukum.
"Oh, ya biasa itu. Kita sudah siapkan untuk mengatasi itu semua sudah berjalan. Semua bertanggung jawab secara hukum," kata Maruli.
Maruli juga menyebut, masalah ini tak sampai membuat TNI perlu bertindak lebih jauh.
"Enggak ada masalah, kan mereka ada anak muda saja. Enggak enggak terlalu ini," katanya.
