Wali Kota Jakarta Pusat: 707 Ribu Warga Dapat KJP dan 15 Ribu Terima KJMU

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Kantor Lurah Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wali Kota Jakarta Pusat Arifin di Kantor Lurah Senen, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengungkap lebih dari 707.000 warga Jakarta mendapatkan bantuan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP). Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalokasikan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) untuk lebih dari 15.000 warga.

Dia bilang Pemprov DKI Jakarta berkomitmen membangun Jakarta tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur dan fisik, tetapi juga pembangunan manusia.

"Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja, bukan hanya membangun fisik bangunan-bangunannya saja, tetapi juga tentunya komitmen Bapak Gubernur untuk senantiasa memberikan dukungan terhadap pembangunan manusianya," kata Arifin dalam sambutannya dalam acara Jakarta Bersholawat di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8).

Dia menyampaikan dukungan Pemprov DKI Jakarta di sektor pendidikan. Salah satunya melalui program KJP yang telah diberikan kepada lebih dari 707.000 warga Jakarta.

"Oleh karena itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dari sektor pendidikan. Lebih dari 707.000 warga Jakarta mendapatkan bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP)," ungkapnya.

Selain KJP, Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan bantuan melalui KJMU. Arifin bilang, lebih dari 15.000 KJMU dialokasikan untuk warga Jakarta.

"Selain daripada Kartu Jakarta Pintar, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalokasikan untuk yang dinamakan dengan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Lebih dari 15.000 KJMU dialokasikan untuk saudara-saudara kita," Jelas dia.

Arifin sempat menyinggung adanya anak-anak yang ijazahnya masih tertahan di sekolah karena tidak memiliki kemampuan keuangan untuk mengambilnya. Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta turut memberikan bantuan untuk persoalan tersebut.

"Bahkan kemudian ada ternyata saudara-saudara kita, anak-anak kita yang ijazahnya tertahan di sekolah-sekolah, tidak sempat diambil karena tidak punya kemampuan keuangan untuk melunasi untuk mengambil ijazah," pungkasnya.

Suasana acara Jakarta Bersholawat di Monas, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Bantuan tersebut telah diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada lebih dari 6.000 anak yang ijazahnya tertahan.

"Alhamdulillah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan bantuan lebih dari 6.000-an anak-anak kita yang ijazahnya dibantu oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Arifin.

Berbagai dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memajukan kota melalui pembangunan manusia, khususnya melalui pendidikan.

"Ini komitmen bahwa untuk memajukan Jakarta harus utamanya adalah manusianya dengan pendidikan," tutup Arifin.