Warga Serang Polisi Saat Penggerebekan Sarang Narkoba di Kota Palu

Polda Sulteng bersama BNNP Sulteng kembali menggerebek Kelurahan Kayumalue, Kota Palu, Sulteng, yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba. Operasi melibatkan anjing pelacak (K9) ini berlangsung pada Jumat (16/10) malam.
Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan mengaku, operasi gabungan ini terbilang dramatis. Sebab, petugas sempat mendapatkan perlawanan dari warga sekitar.
"Iya, kami sempat diserang oleh warga sekitar," kata Rizal kepada wartawan, Sabtu (17/10) tadi
Tak tanggung-tanggung, lanjut Rizal, jika warga sekitar menyerang petugas dengan brutal. Polisi dilempari batu dan bahkan juga membakar ban bekas hingga memukul-mukul tiang listrik yang diduga sebagai provokasi.
"Bentuk perlawanan di antaranya membakar tong sampah berbahan ban mobil, melempari petugas dengan batu, serta memukul-mukul tiang listrik untuk memprovokasi situasi dan mengganggu jalannya operasi," sambungnya.
Meski mendapat perlawanan, petugas gabungan tetap menindak wilayah yang diduga kuat sarang narkoba itu.
"Kami berhasil pukul mundur mereka. Meski di lokasi sempat terjadi kejar-kejaran," bebernya.
Kapolda menegaskan pemberantasan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan demi melindungi generasi muda dan masa depan bangsa.
“Perang terhadap narkoba tidak boleh berhenti sebelum benar-benar habis. Ini perintah Bapak Kapolri. Kita bergerak untuk memperjuangkan nasib anak cucu dan melindungi generasi mendatang,” tegas Kapolda Sulteng itu.
Terpisah, personel Ditresnarkoba Polda Sulteng, AKBP Mulyadi mengaku, dalam penggerebekan ini sebanyak 17 orang terduga pelaku ditangkap.
"Ada 17 orang diamankan. Baik terkait narkotika maupun dugaan tindakan kekerasan dan atau provokasi untuk menggagalkan operasi ini," kata Mulyadi.
Selain itu, polisi juga menyita tujuh jenis senjata tajam, handphone, uang tunai, kartu ATM, alat isap atau bong, serta barang yang diduga narkotika dan masih menunggu pengujian di Balai BPOM.
“Kami akan senantiasa melakukan operasi sampai wilayah Sulawesi Tengah benar-benar bersih dari peredaran dan penyalahgunaan tindak pidana narkoba,” jelasnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengimbau masyarakat agar mendukung upaya kepolisian bersama BNN dan tidak menghalangi pelaksanaan operasi pemberantasan narkoba.
"Kami mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder agar berperan aktif dalam mencegah peredaran narkotika demi melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba," singkatnya.
