Konten dari Pengguna

Dari Plastik sampai Mayat Pemuda, semua ada di Kali!

Andreas Ricky

Andreas Ricky

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andreas Ricky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah padat lalu lintas jalan raya Cililitan, sebuah kendaraan Back Hoe berwarna kuning tenang mengaduk-aduk aliran Kali Besar Timur, Cililitan, Jakarta Selatan. Sesekali Back Hoe tersebut mengangkat lengan besarnya, dan munculah tumpukan sampah di dalam genggamanya. Sabtu (4/11) Kumparan mencoba mengintip kegiatan rutin bersih sungai yang diadakan di pintu saringan sampah Kali Besar Timur.

"Kegiatan kami adakan setiap hari ada 3 shift, kerja nya 24 jam, dari jam 8-8 lagi", ujar Rijan Purnama Ramdhani, kordinator operator saringan sampah (OSS). Tim yang lekat dengan seragam oranye ini biasanya mudah di temui di pintu saringan sampah setiap sungai di Jakarta. Hari ini, ia berhasil membuat penuh satu bak truk dengan sampah dari Kali Besar Timur.

"Ini sudah mending daripada dulu, sampahnya biasanya sampah buangan dari warga, kayu, sampai mayat. kemarin saya nemu mayat pemuda di sini" tukas Rijan. Penemuan mayat ini bagi Rijan bukan yang pertama. Ketika bertugas di Jagorawi, untuk membersihkan sampah di aliran sungai cipinang, Ia sudah 3 kali menemukan mayat. Dua kali ia menemukan Bayi, dan sekali ia harus mengangkat mayat seorang Kakek dari yang tertahan di pintu saringan sampah.

Kumparan juga mencoba menemui dengan petugas jaga Pompa Air Setiabudi Barat. Wisnu. ia menerangkan kepada kami, kenapa Sungai harus senantiasa dibebaskan dari Sampah. "Di sini, di waduk setiabudi barat ini, kami memompa air yang datang dari Kali-kali kecil. kali kali yang melewati pemukiman Warga untuk dialirkan lagi ke kali yang lain, agar aliran air yang ada di seluruh Jakarta ini lancar, biar enggak banjir". Pompa Air Setiabudi barat juga riskan jika mendapat sampah yang hanyut dari kali kecil. Kumpulan sampah dari beberapa kali itu akan menyumbat mekanisme pompa. Akibatnya, jika datang musim penghujan, saluran air ke beberapa sungai akan mampet dan mengakibatkan kebanjiran. "Kami biasanya pompa sampah ke atas dan kami sedot dengan mesin, jika tidak akan terjadi kebanjiran"

Meski berbeda profesi, Wahyu dan Rijan mempunyai tugas yang sama. Menjaga distribusi air terus mengalir dan menghindarkan Jakarta dari kebanjiran yang sudah melekat itu. mereka berdua berharap, warga dapat mengerti penting nya kali atau sungai yang bersih.

"Yaaah sama sama ngerti ajalah, biar sungai bersih gak banjir lagi. kalo banjir yang susah juga mereka sendiri kan", tutup Rijan.