Servis Mendunia dengan Fotografer Lokal

Tulisan dari Andreas Ricky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Setiap masalah, kalo yang ngena di hati. Pasti kita nemu pemecahanya" ungkap David Soong, founder dari AXIOO photography saat berbicara di depan sekitar 500an calon wartawan kumparan pada Sabtu (30/9). Dari awalnya hanya memiliki satu kamera dan beragam pertanyaan mengenai masa depan seorang fotografer, kini ia bersama AXIOO photography nya telah mampu memberikan servis world wide dengan Sweet Escape nya. "Ya Machu Pichu, Tokyo, London, dan kemaren honeymoon Raisa dan Hamish di Italia, itu beberapa juga sweet escape dari kami" pungkas david. Bertempat di Ballrom,Kuningan City Mall, David menceritakan tentang servis Sweet Escape miliknya.
Sweet Escape milik AXIOO sendiri merupakan inovasi dari David, yang merasa janggal jika harus memberangkatkan fotografer Indonesia ke tempat tujuan wisata yang dituju. Ia merasa, rombongan itu akan menjadi "Turis membawa Turis".
"Coba bayangkan, ada pasangan mau wisata ke St. Petersburg, trus kita udah bawa fotografer dari Indonesia juga. Nambah biaya dong untuk sewa guide atau pemandu nya. Notabene, abjad Russia pakai huruf cyrillic yang gak biasa kita baca", terang David.
Untuk itu Sweet Escape terdiri dari berbagai fotografer freelance lokal dari seluruh dunia. Dan tentu saja, mereka yang David pilih memiliki passion dalam dunia fotografi.
Bahkan salah satu fotografer nya yang berasal dari Vancouver,Kanada, memiliki pekerjaan tetap sebagai seorang pemadam kebakaran.
Ia ingin mewujudkan, dimana sang fotografer dalam servis sweet escape sendiri merupakan orang lokal yang tentu paham tentang lokasi dimana sang pasangan akan menghabiskan waktu spesial mereka.
Untuk Quality Control, David bercerita bahwa setiap foto yang mereka dapatkan di seluruh dunia akan melalui proses editing di Jakarta untuk menjaga kualitas yang telah dibentuk oleh Axioo selama ini.
"Karena kami mengutamakan pada konsistensi tentang produk yang kami tawarkan".
David memahami bahwa fotografi merupakan hal yang sangat mengena bagi kehidupan. Kita hanya hidup sekali, dan jika bisa sesuatu yang bisa diabadikan itu harus diabadikan seindah mungkin. "misal kita udah tua gitu, trus liat foto foto kita jaman dulu, pasti rasanya ada feel lebih gitu dihati" papar David.
Selain David, hadir juga Lucy Wiryono sebagai founder dari holycow dan juga Hanna co.founder dari Du'Anyam, pencetus perajin tenun di NTT yang kini mau melangkah mencari seluruh anyaman dari seluruh Indonesia.
