Gangguan kesehatan mental yang paling umum ditemui

Yayasan Merajut Hati merupakan organisasi non-profit yang bergerak di bidang kesehatan mental. Misi kami adalah menyediakan akses layanan kesehatan mental yang memadai kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Konten dari Pengguna
25 November 2022 14:33
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Yayasan Merajut Hati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Menurut Riset kesehatan dasar tahun 2018, setidaknya terdapat 19 juta orang penduduk Indonesia yang memiliki masalah kesehatan mental. Dari 19 juta orang dengan masalah kesehata mental, ada bebeada beberapa gangguan kesehatan mental yang paling sering ditemukan di masyakarakat.
Sumber: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Freepik
ADVERTISEMENT

1. Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2019 tercatat 301 juta orang hidup dengan gangguan kecemasan. Masalah kesehatan mental ini ditandai dengan ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan, serta memiliki hubungan erat dengan gangguan perilaku. Ada beberapa jenis gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum (generalised anxiety disorder), gangguan panik (panic disorder), gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder), atau gangguan kecemasan akan perpisahan (separation anxiety disorder.

2. Depresi

Di tahun 2019 terdapat 280 juta orang yang mengalami depresi. Berbeda dari perubahan mood atau respon emosional, orang yang mengalami depresi akan merasakan emosi-emosi negatif seperti sedih, mudah marah, atau merasa kosong seperti kehilangan kepuasan atau niat dalam melakukan berbagai hal. Untungnya sekarang sudah banyak perawatan psikologis yang efektif untuk depresi. Jadi, segera cari bantuan profesional jika kita sudah mulai merasakan gejala-gejala depresi.
ADVERTISEMENT

3. Bipolar Disorder (Gangguan Bipolar)

Ada 40 juta orang yang mengidap gangguan bipolar. Orang-orang dengan gangguan bipolar mengalami emosi yang berubah drastis seperti periode-periode depresif (sedih, mudah marah, atau merasa kosong) dan periode-periode manik/mania (impulsif dan gegabah, tidak bisa diam, sulit beristirahat). Sama seperti derpesi, banyak langkah-langkah yang efektif mengurangi bipolar seperti psychoeducation, mengurangi stress, dan penguatan fungsi sosial.

4. Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD)

PTSD dapat berkembang setelah seseorang mengalami kejadian traumatis atau mengerikan, seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian orang terdekat, atau bencana alam.Pada tahun 2021 prevalensi PTSD dunia diperkirakan mencapai 3.9% dari total populasi. Penanganan PTSD sebagian besar terdiri dari terapi seperti Cognitive Behavior Therapy (CBT), dan juga medikasi.

5. Skizofrenia

Skizofrenia dialami oleh sekitar 24 juta orang. Atau dengan kata lain 1 dari 300 orang di dunia mengidap skizofrenia. Skizofrenia biasanya ditandai dengan gangguan yang parah terhadap persepsi dan perubahan perilaku. Gejala-gejala skizofrenia bisa termasuk delusi, halusinasi, pemikiran yang tidak teratur (disorganized thinking), atau perasaan gelisah yang ekstrim. Penanganan skizofrenia biasanya dilakukan dalam bentuk medikasi, psychoeducation, intervensi keluarga, dan rehabilitasi psikososial.
ADVERTISEMENT
Itulah 5 masalah kesehatan mental yang paling sering ditemui di Indonesia dan di Dunia yang dirangkum dari informasi WHO. Semoga informasi ini bermanfaat agar kita lebih sadar akan pentingnya kesehatan mental.

Source:

Institute of Health Metrics and Evaluation. Global Health Data Exchange (GHDx), (https://vizhub.healthdata.org/gbd-results/, accessed 14 May 2022).
Charlson, F., van Ommeren, M., Flaxman, A., Cornett, J., Whiteford, H., & Saxena, S. New WHO prevalence estimates of mental disorders in conflict settings: a systematic review and meta-analysis. Lancet. 2019;394,240–248.
Laursen TM, Nordentoft M, Mortensen PB. Excess early mortality in schizophrenia. Annual Review of Clinical Psychology, 2014;10,425-438.
Mental health atlas 2020. Geneva: World Health Organization; 2021
Moitra M, Santomauro D, Collins PY, Vos T, Whiteford H, Saxena S, et al. The global gap in treatment coverage for major depressive disorder in 84 countries from 2000–2019: a systematic review and Bayesian meta-regression analysis. PLoS Med. 2022;19(2):e1003901. doi:10.1371/journal.pmed.1003901.
ADVERTISEMENT
https://library.neura.edu.au/ptsd-library/epidemiology-ptsd-library/prevalence-epidemiology-ptsd-library/worldwide-prevalence/
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·