Konten dari Pengguna

Redam amarah dengan teknik-teknik mindfulness ini

Yayasan Merajut Hati

Yayasan Merajut Hati

Yayasan Merajut Hati merupakan organisasi non-profit yang bergerak di bidang kesehatan mental. Misi kami adalah menyediakan akses layanan kesehatan mental yang memadai kepada seluruh masyarakat Indonesia.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Yayasan Merajut Hati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amarah merupakan emosi yang dialami setiap orang. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredam amarah dalam diri kita. Salah satunya adalah dengan praktek Mindfulness. Praktek ini bisa menjadi salah satu cara bagi kita untuk menjalin hubungan dengan emosi kita, memproses mereka, dan membantu kita merasa lebih rilex.

Sumber: freepik
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: freepik

Berikut beberapa teknik mindfulness yang bisa kita lakukan untuk meredam kemarahan

  1. Latihan pernapasan. Temukan tempat yang tenang dan fokus pada pernapasan kita

  2. Temukan keseimbangan tubuh. Berdiri dengan posisi kaki sejajar, berikan jarak antara kedua kaki, tekuk lutut sedikit, dan rasakan bagaimana lantai dapat menyokong kita berdiri.

  3. Melakukan teknik grounding. Selain mengatur pernapasan, pijat bagian tangan, leher dan pundak kita. Kemudian fokus pada sensasi yang diberikan.

  4. Visualisasikan hal-hal yang membuat kita marah. Pikirkan tentang hal yang membuat anda marah dan biarkan emosi anda meluap.

  5. Katakan dengan lantang. Setelah kita bisa sepenuhnya merasakan kemarahan kita, katakan dengan lantang “Saya Marah!”. Katakan berkali-kali dengan cara berbeda.

  6. Perhatikan apa yang terjadi pada tubuh kita seperti apakah kita merasa kepanasan, kedinginan, bingung, lemas atau kondisi lainnya setelah melakukan hal-hal sebelumnya

  7. Cek apakah ada emosi lain, selain rasa marah. Jika ada, katakan juga emosi-emosi tersebut dengan lantang

  8. Merenggangkan otot. Setelah anda mengutarakan semua emosi dan perasaan anda, renggangkan otot anda dan tarik napas dalam-dalam lalu hembuskan, selama beberapa kali

  9. Buat jurnal tentang pengalaman ini. Tuliskan pengalaman detail anda tentang melakukan praktek ini. Apa yang anda rasakan sebelum dan setelah melakukan hal ini, bagian mana yang sulit, dan sebagainya.

Merasakan dan menunjukan rasa marah atau emosi lainnya bukan hal yang mudah, terutama ketika kita memiliki trauma terkait emosi tersebut. Jadi, penting bagi kita untuk dapat merasakan secara penuh dan memproses emosi kita secara sehat lewat berbagai teknik termasuk Mindfulness.

Diambil dari

Mindfulness for Anger: A Mindful Practice to Fully Feel Your Anger