Mengenal Fungsi Ban dan Cara Merawatnya

Pegiat sukarela dibidang keamanan dan keselamatan pada ban otomotif
Tulisan dari andri heryadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ban yang saban hari kita pakai di kendaraan sebenarnya bukan sekadar karet bundar nan hitam, sehingga kadang luput dari perhatian kita. Ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang kontak langsung dengan segala jenis permukaan jalan, sehingga tidak berlebihan bila keselamatan berkendara kita tergadai dengan sebuah ban.
Bayangkan saja, sungguh berbahaya saat berkendara, ban tak bisa direm atau dikendalikan dengan sempurna, sementara ada rintangan di depan mata yang harus dihadapi.
Ban yang lazim dipakai kendaraan saat ini berjenis Pneumatic. Pneumatic adalah sebuah sistem penggerak yang menggunakan tekanan udara sebagai tenaga penggeraknya. Untuk itu perlu tekanan angin agar ban bisa berfungsi. Berikut fungsi utama ban:
Menyangga beban, meliputi berat kendaraan, penumpang, dan muatan.
Meneruskan fungsi kemudi sehingga pengendara mendapat input arah yang akurat.
Menghentikan laju kendaraan sesuai dengan yang diinginkan baik jarak atau waktu, sekaligus efektif dan efisien dalam meneruskan energi gerak mesin.
Bersama-sama sistem suspensi dalam meredam getaran yang ditimbulkan oleh permukaan jalan.
Agar ban berfungsi dengan sempurna, nilai tekanan angin ban harus tepat!
Tekanan angin yang tepat adalah faktor terpenting dalam keselamatan berkendara. Pada umumnya kerusakan ban timbul akibat nilai tekanan angin yang tidak tepat.
Kelebihan tekanan angin menyebabkan ban mudah rusak pada saat terkena benturan, bahkan bisa meledak jika benturannya berlebihan, selain itu ban bisa mengalami keausan yang tidak rata.
Apabila kekurangan tekanan angin, bisa menyebabkan ban mengalami panas berlebihan, umur pemakaian pendek, boros bahan bakar, mengurangi daya cengkram terhadap permukaan jalan, aus tidak rata, dan masih banyak lagi kekurangan lainnya.
Oh ya, jangan kaget apabila ban bisa rusak saat kendaraan dalam keadaan parkir.
Ban harus dipompa dengan tekanan angin yang sesuai dengan beban yang akan dipikulnya. Nilai inilah yang disebut dengan tekanan angin standar.
Agar ban tetap terjaga, lakukan pengecekan angin minimal dua minggu sekali. Lakukan saat kondisi ban sedang dingin, yaitu sebelum kendaraan bergerak atau beroperasi.
Jangan memeriksa tekanan angin saat kondisi ban panas (akibat operasional). Pasalnya, saat ban panas, tekanan angin ban bisa meningkat hingga 20 persen dari nilai awalnya, bahkan bisa lebih. Hal ini wajar dan sudah diperhitungkan saat mendesain ban.
Jika terpaksa harus memeriksa tekanan angin saat kondisi ban panas, biarkan sekitar satu jam, agar suhu ban diperkirakan kembali ke suhu normal, lalu lakukan pengecekan atau sesuaikan dengan nilai standarnya.
Pada saat pemeriksaan rutin tekanan angin, jangan lupakan ban cadangan! Setelah selesai memeriksa tekanan angin, pastikan tutup pentil ada pada tempatnya.
Meski murah, tutup pentil adalah benteng terakhir yang menjaga tekanan angin ban kendaraan anda. Jangan lihat harganya, bisa jadi tutup pentillah yang menyelamatkan ban yang anda beli cukup mahal tersebut.
Saat ini beberapa pabrik ternama sedang berlomba mengembangkan ban tanpa “tekanan angin”, yang mereka beri nama Twell dan Airless, semoga produk-produk tersebut segera hadir di pasar.
Demi keselamatan, ban harus segera diperiksa oleh ahli, jika:
Ban sudah mulai gundul, ban dinyatakan gundul saat sisa tinggi kembang tersisa tinggal 1,6 mm.
Terdapat kerusakan seperti retak dengan kedalaman lebih dari 1 mm, terlihat lapisan benang ban, benjol, dan kerusakan lainnya.
Ban harus terpaksa beroperasi dalam keadaan kempes.
Sementara itu, untuk memperpanjang usia pemakaian, lakukanlah:
Pemeriksaan rutin tekanan angin sekitar 2 minggu sekali.
Rotasi ban setiap 5.000 km sampai dengan 8.000 km.
Balancing roda.
Penyetelan keselasaran geometri roda (spooring).
Selamat berkendara, utamakan keselamatan.
Catatan: Penulis adalah pemerhati keselamatan berkendara. Lebih dari 2 dasawarsa berkecimpung di dunia ban, dan saat ini masih bekerja di salah satu PMA yang bergerak di bidang otomotif.
