Satu BUMI, ayo kita selamatkan

Pegiat sukarela dibidang keamanan dan keselamatan pada ban otomotif
Tulisan dari andri heryadi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ban kempes sangatlah menjengkelkan, apalagi jika ditemukan pagi-pagi saat kita mau berangkat mencari nafkah dan harus mengejar meeting dengan client.
Solusinya sangatkah klise, rawatlah sikaret bundar itu maka urusan anda insha Alloh lancar. Tidak lama kok, cukup 10 menit! Anda periksa kondisinya maka anda telah berinvestasi bagi keselamatan sendiri.
Terus apa urusannya "menyelamatkan Bumi?" Dengan memeriksa kondisi ban (terutama tekanan anginnya) lebay amat!.
Masih ingat waktu masih kecil kita suka main sepeda, dan maksa ngayuh meski angin bannya kurang bahkan kempes? Pasti beratkan? kita mengeluarkan energi ekstra agar pedal sepeda bisa terkayuh, nah dari manakah asal energi tersebut?
Hal yang sama terjadi saat anda berkendara dengan kondisi tekanan angin kurang, tentunya mesin mendapat beban tambahan agar bisa bergerak dan harus mengeluarkan energi tambahan agar bisa berkecepatan sama saat bannya bertekanan angin normal.
Nah dari mana sumber energi kendaraan anda? Saya yakin dan sepakat, energi itu datangnya dari Tanki BBM.
Semakin ringan mesin bekerja semakin sedikit bahan bakar yang terpakai, jika semua manusia di Dunia ini merawat ban maka saya yakin ada jutaan liter BBM yang bisa dihemat, dan jutaan kubik jejak karbon yang bisa dikurangi.
Itulah andil sederhana yang kita bisa lakukan bagi BUMI tercinta ini.
