Konten dari Pengguna

3 Alasan Kenapa Lord Luhut Seperti Tokoh Antagonis di Republik Ini

Andri Saleh

Andri Salehverified-green

Humas, Penulis, Sutradara, Desainer Grafis

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andri Saleh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Photo by Rahul Pandit from Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Photo by Rahul Pandit from Pexels

Jujur saja, saya tidak banyak hafal nama-nama menteri di Kabinet Indonesia Maju saat ini. Paling hanya satu dua menteri saja yang saya tahu. Itu pun karena yang bersangkutan sering muncul di televisi atau jadi bahan gibah netizen di dunia maya. Sebut saja Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Muhammad Mahfud MD, dan tentu saja the one and only, siapa lagi kalau bukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Di antara sekian banyak menteri di era Presiden Jokowi ini, Luhut Binsar Pandjaitan memang yang paling istimewa. Semua warga Indonesia juga tahu, beliau adalah menteri serba bisa yang skill dan kompetensinya di atas rata-rata. Saking luar biasanya, sampai-sampai netizen memberi gelar kehormatan "Lord" yang disematkan di depan namanya. Lord Luhut, sebuah julukan yang sangat elegan, bukan? Makanya jangan heran kalau beliau selalu tampil terdepan dalam beragam masalah pelik yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Ini serius lho.

Tapi anehnya, dengan segala kemampuannya yang adiluhung itu, Lord Luhut punya banyak haters. Dan, saya adalah salah satunya. Entah kenapa, saya suka sebal setiap melihat pemberitaan media yang selalu melibatkan beliau. Lagi-lagi Lord Luhut, lagi-lagi Lord Luhut, Lord Luhut kok lagi-lagi?

Tapi sebagai Warga Negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, saya berusaha berpikir positif tentang sosok Lord Luhut ini. Siapa tahu, beliau sebetulnya baik, tapi media mem-branding beliau jadi tokoh antagonis di republik ini.

Untuk tujuan mulia inilah, belakangan ini saya memperhatikan berbagai pemberitaan media yang melibatkan Lord Luhut. Dan, saya menyimpulkan setidaknya ada 3 alasan kenapa beliau punya banyak haters.

Pertama, wajah yang garang. Amat sangat jarang saya menemukan berita tentang Lord Luhut dengan foto ekspresi wajah tersenyum. Kebanyakan, foto-foto beliau di media itu ekspresinya sedang cemberut, tatapan mata tajam, atau sedang mengacungkan telunjuk seakan-akan sedang marah. Di atasnya ditulis judul berita yang bombastis. Lengkaplah sudah kegarangan beliau di mata netizen.

Padahal, seharusnya netizen bisa memahami. Sebagai orang Batak dengan latar belakang militer, sangat wajar jika wajah Lord Luhut ini terlihat garang. Siapa tahu di balik kegarangannya ini, beliau sedang berpikir keras bagaimana menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan. Sedangkan, kita dengan entengnya menghujat sana-sini tanpa solusi yang jelas.

Kedua, selalu ikut campur segala urusan. Lord Luhut juga dijuluki netizen sebagai Menteri Segala Urusan. Beliau selalu tampil dan "ikut campur" dalam berbagai permasalahan negeri ini. Misalnya, masalah pemindahan ibukota, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok ke Indonesia, pelarangan mudik Lebaran, anjuran WFH di Bali, sampai perpanjangan PPKM Darurat di Jawa-Bali. Ih, beliau itu siapa sih?

Perlu diingat, Lord Luhut itu menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Artinya, beliau mengkoordinasikan setidaknya 7 kementerian yang ada di bawahnya seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Di luar itu, bisa jadi Lord Luhut ada tugas-tugas lain yang dipercayakan oleh Presiden Jokowi. Misalnya, beliau ditunjuk sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali. Bahkan, awal tahun 2021 ini beliau didaulat menjadi Ketua Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Makanya jangan kaget kalau Lord Luhut selalu tampil di media dalam berbagai urusan, karena memang itu masih dalam wewenangnya.

Ketiga, pernyataan yang kontroversial. Cukup banyak pemberitaan media yang menyudutkan Lord Luhut dengan isu-isu yang kontroversial. Sebut saja pernyataan beliau mengenai pandemik Covid-19 ini. Pernyataan pertama, Lord Luhut menyebutkan bahwa pandemik Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan. Tidak berapa lama, muncul lagi pernyataan kedua dari beliau bahwa virus varian Delta tidak bisa dikendalikan.

Sekilas, dua pernyataan ini terlihat kontradiktif. Padahal, bisa jadi kedua pernyataan ini membahas dua hal yang berbeda. Yang pertama tentang penanganan pandemik, yang kedua tentang karakter virusnya. Entahlah mana yang sebenarnya terjadi. Yang pasti, berita-berita dengan tone kontroversial lebih asyik diikuti, bukan?

Nah, dari ketiga alasan ini, saya berasumsi bahwa Lord Luhut adalah korban framing media. Seakan-akan beliau tokoh antagonis yang serakah dan sok berkuasa. Asumsi saya bisa saja salah. Sebagai manusia biasa, Lord Luhut pastinya tidak luput dari berbagai kesalahan. Tapi, di mata istri, anak, dan keluarganya, Lord Luhut pasti begitu dibanggakan.

Bahkan, bangsa Indonesia seharusnya bersyukur memiliki sosok Lord Luhut sebagai putra bangsa yang tidak hanya multitalenta, tapi juga multikompetensi dan multidimensi. Aih.

Akhir kata, saya sebagai salah satu haters beliau sengaja menulis ini supaya kita tidak membenci atau menyukai seseorang secara berlebihan. Dan yang paling penting, dari tulisan ini saya berharap bisa menduduki jabatan komisaris, minimal komisaris di Kumparan lah. Bismillah.