9 Trik Jadi MC Dadakan di Acara Resmi

Humas, Penulis, Sutradara, Desainer Grafis
Tulisan dari Andri Saleh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ini saya coba share pengalaman waktu awal-awal keterima jadi PNS. Yah, sekitar 12 tahun yang lalulah. Mungkin karena statusnya "anak baru" dan masih muda, jadinya orang-orang kantor pada nyuruh ini itu seenak jidat. Mulai dari disuruh jadi petugas pengibar bendera pas upacara tujuh belasan, diminta ngasih kata sambutan pas acara perpisahan teman kantor, sampai yang saya ingat sampai sekarang: diminta jadi MC di acara resmi instansi. Busyet, dah.
Untuk yang terakhir itu, saya belum pernah sama sekali ngemsi. Jangankan di acara resmi, di acara keluarga aja enggak pernah. Saya heran kenapa saya yang disuruh. Padahal wajah pas-pasan, ngomong masih suka gugup, artikulasi enggak jelas, badan kurus, dan segala bentuk yang mendukung kalau saya ini nggak cocok ngemsi. Eh, tetap aja saya yang disuruh maju. Yang bikin deg-degan, acara resmi itu dihadiri oleh pejabat setingkat menteri. Gimana nggak lemes coba?
Setelah baca referensi sana-sini dan latihan dalam waktu yang terbatas, akhirnya tugas ngemsi bisa ditunaikan dengan baik. Paling hanya satu, dua, tiga, dan empat kesalahan yang saya lakukan. Wajarlah, namanya juga manusia. Ya kan?
Nah, buat kamu yang mengalami kejadian serupa. Ditunjuk dadakan untuk ngemsi di acara resmi kantor, kamu bisa lakukan trik ringkas ini.
Pertama, berdoa sungguh-sungguh supaya dijauhkan dari rasa nervous, dimudahkan bicara di depan umum, dan tentu saja berdoa supaya acaranya lancar.
Kedua, siapkan hape kamu. Pastikan baterainya full. Hape berfungsi sebagai contekan (que card) pas nanti ngemsi.
Ketiga, cari informasi detail tentang acara tersebut. Misalnya, nama acaranya, rundown acara, karakter peserta, nama-nama pejabat yang hadir lengkap dengan gelar dan jabatannya, dan detail teknis lainnya.
Keempat, tulis script ngemsi di notes hape. Tulis secara terstruktur. Mulai dari pembacaan protokol kesehatan dan tata tertib acara, penyebutan nama-nama pejabat yang hadir, ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, sampai ke penutup.
Kelima, pakai pakaian yang rapi dan nyaman. Dan usahakan tidak terlalu mencolok yang malah bisa mengganggu konsentrasi peserta yang hadir.
Keenam, lakukan gladi di TKP. Cek perlengkapan ngemsi seperti mik, dudukan mik, dan tempat berdiri ngemsi. Cek juga sound-nya bagus atau nggak.
Ketujuh, pas ngemsi, bicaranya harus yakin. Jangan ragu dan planga-plongo. Suaranya harus bulat, maksudnya agak ditekan biar terdengar berwibawa.
Kedelapan, pas nyebut nama pejabat yang hadir, mata tertuju ke orangnya. Misal begini. "Yang terhormat, Gubernur Jawa Barat, Bapak DR (H.C) H. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D.". Nah, pas ngomong gitu, kamu tatap juga orangnya. Sambil mengangguk pelan.
Kesembilan, kalo ada yang salah pas ngemsi, misalnya salah menyebut susunan acara, jangan gunakan diksi "maaf". Ganti diksi itu dengan "maksud kami". Ini lebih terlihat normal oleh peserta acara. Misalnya, "Kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, kami persilahkan untuk memberikan penutup, maksud kami, sambutan sekaligus membuka acara".
Sebenarnya, masih banyak yang harus dipelajari dan dilatih kalau kamu pengin jadi MC profesional. Kesembilan trik tadi hanyalah trik ringkas yang bisa dijadikan panduan kalo sewaktu-waktu ditunjuk jadi MC secara dadakan. Karena yang namanya dadakan itu nggak enak, kecuali tahu bulat.
