Libur Panjang Waisak Sulap Gunung Prau Menjadi Seperti Pasar

Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Boyolali. Menaruh minat pada dunia jurnalistik, isu sosial, budaya populer, dan fenomena unik di sekitar kita. Aktif menulis artikel dengan gaya observatif, ringan, dan dekat dengan pembaca.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Andri Sulistyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Wonosobo 11 Mei 2025 - Libur panjang Hari raya waisak tahun ini menyebabkan salah satu gunung favorit di kawasan wonosobo, yaitu Gunung Prau mendadak menjadi sangat ramai seolah seperti pasar.
Ratusan bahkan mungkin ribuan pendaki dari berbagai daerah memadati jalur pendakian sejak jumat malam (9/5) hingga minggu malam (11/5). Antrian pendaki terlihat jelas mengulir sangat panjang di jalur utama pendakian Gunung Prau via Basecamp Patak Banteng.

Bahkan tidak hanya di jalur utama pendaki juga harus bergantian untuk mengambil foto di spot ikonik seperti Bukit Teletubbies dan Puncak Gunung Prau.
“Kami sudah sampai puncak sejak pukul 08.00 tapi sampai jam 10.00 masih saja belum dapat giliran untuk foto. Sampai di atas bukannya langsung lega, malah bingung mau berdiri di mana” ujar Dyah (23), pendaki asal Boyolali yang mengaku kaget dengan kondisi jalur yang lebih ramai dari biasanya.
Namun di sisi lain, keramaian ini menunjukkan bahwa masyarakat kita mulai mencintai wisata alam. Tinggal bagaimana cara mencintainya dengan lebih bijak. Menurut saya, Gunung Prau mungkin akan terus jadi gunung favorit, tapi semoga ke depannya bisa tetap terjaga, tidak rusak, dan tidak kehilangan esensi alaminya. Sebab sejatinya, kita naik ke gunung untuk mencari ketenangan, bukan meninggalkan jejak keramaian.
